JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Penyemprotan cairan disinfektan di ruang publik tengah gencar dilakukan, baik oleh pemerintah daerah maupun secara swadaya oleh masyarakat. Disinfektan digunakan untuk mencegah penyebaran virus corona.
Tak hanya pada benda, cairan disinfektan juga disemprotkan secara langsung ke manusia. Langkah itu dipercaya dapat membunuh virus yang menempel pada tubuh seseorang.
AYO BACA : Ciamis Lockdown Sebulan, Mulai 31 Maret
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, penyemprotan disinfektan secara langsung ke tubuh manusia tidak direkomendasikan. Alasannya, kandungan yang terdapat dalam cairan itu berbahaya bagi tubuh manusia.
"Berbahaya bagi kulit, mulut, dan mata karena dapat menimbulkan iritasi. Ini tentu tidak direkomendasikan," kata Wiku dalam telekonferensi di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (30/3/2020).
AYO BACA : Bandung Kaji Rencana Karantina Wilayah
Wiku menjelaskan, cairan disinfektan merupakan senyawa kimia yang digunakan untuk proses dekontaminasi. Disinfektan dapat membunuh mikroorganisme, bakteri, dan virus yang menempel pada objek permukaan benda mati.
"Cairan desinfektan bisa membersihkan virus pada permukaan benda-benda mati dan tidak akan melindungi anda dari virus jika berkontak erat dengan orang sakit. Jadi sifatnya hanya sementara," jelasnya.
Kemudian, penyemprotan disinfektan juga tidak dianjurkan secara berlebihan. Menurut Wiku, komposisi bahan disinfektan juga perlu diperhatikan, sebab jika tidak tepat maka berdampak kepada kesehatan.
"Perhatikan komposisi dan jenis bahan desinfektan, serta tidak anjurkan dilakukan secara berlebihan seperti fogging. Karena dapat menimbulkan iritasi kulit bahkan mengganggu pernapasan," ungkap Wiku.
AYO BACA : Mulai Hari Ini, 4 Akses Masuk Kota Tegal Diisolasi