AYOJAKARTA.COM - Setidaknya 23 truk sampah dikerahkan untuk mengevakuasi persoalan sampah yang terjadi di Pasar Induk Kramat Jati yang berasal dari aktivitas pedagang sayur-mayur dan buah.
Pada hari pertama pengangkutan sampah di kawasan Pasar Induk Kramat Jati pada Kamis, 8 Januari 2026 berhasil membersihkan 450 ton sampah dan masih tersisa sekitar 1.300 ton sampah.
Kepala Suku Dinas Lingkungan (LH) Jakarta Timur, Monang Sinaga menyebtukan proses penanganan sampah bahkan mengerahkan 2 unit alat berat jenis shovel loader.
Baca Juga: Sudah Memasuki Tahun 2026, Kenaikan Tarif TransJakarta Jadi Rp5.000 Ditunda?
Penanganan sampah ini pun dilakukan untuk memberikan kenyamanan.
Sebagai informasi volume sampah Pasar Induk Kramat Jati tiap harinya mencapai 200 ton.
"Volume sampah di Pasar Induk Kramat Jati mencapai sekitar 200 ton per hari. Jumlah ini setara dengan produksi sampah dari dua kecamatan," ujar Monang.
Seluruh sampah yang diangkut langsung dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.
Kekinian, Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Satpel LH) Kecamatan Kramat Jati, Dwi Firmansyah menyebutkan bahwa dari rencana 23 truk sampah akhirnya yang beroperasi 20 armada.
"Rencana awal ada 23 truk, tetapi yang beroperasi hanya 20 armada karena tiga mengalami kendala teknis," ujarnya, Jumat, 9 Januari 2026.
Dwi menjelaskan, dari 20 armada yang dikerahkan, delapan unit berasal dari Satpel LH Kecamatan Kramat Jati, delapan unit bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, serta empat unit dari Unit Pengelola Sampah (UPS) Badan Air Dinas LH DKI Jakarta.
Pembersihan tumpukan sampah Pasar Induk Kramat Jati ditargetkan tuntas pada Minggu, 11 Januari 2026 jika tidak terkendala cuaca.***