Jakarta Timur

Viral Tumpukan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Diperkirakan Capai 6.970 Ton, Perumda Pasar Jaya Gerak Cepat Lakukan Pengangkutan

Oleh: Jinan Vania Barizky Minggu 29 Mar 2026, 10:31 WIB
Volume sampah di Pasar Induk Kramat Jati diperkirakan mencapai 6.970 ton atau setara dengan kurang lebih 410 truk tronton. (Sumber: Beritajakarta.id | Foto: Beritajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM - Tumpukan sampah yang berada di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur jadi sorotan warganet.

Terlebih volume sampah diperkirakan mencapai 6.970 ton atau setara dengan kurang lebih 410 truk tronton.

Kondisi ini dipicu kendala teknis dalam penyediaan armada pengangkutan sejak 9 Maret 2026.

Baca Juga: Dalam Tahap Pembahasan Pemerintah Pusat, Pramono Anung Buka Suara Terkait Pemberhentian PPPK

Menanggapi hal ini Perumda Pasar Jaya diketahui mempercepat proses pengangkutan sampah dengan melibatkan berbagai pihak.

“Kami terus berkoordinasi intensif dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh tumpukan sampah dapat segera terangkut sepenuhnya,” ujar Manager Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh dikutip ayojakarta.com pada Minggu, 29 Maret 2026.

Perumda Pasar Jaya sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta agar pengangkutan sampah segera dilakukan.

Baca Juga: BRILink Jadi Andalan, Kisah Na’am Bantu Akses Keuangan Masyarakat

Dalam 2 hari, sebanyak 33 truk tronton telah dikerahkan, terdiri atas 20 armada pada hari sebelumnya dan 13 armada pada hari ini.

"Pembersihan intensif akan terus dilakukan hingga kondisi pasar kembali normal," ujarnya.

Untuk memperkuat sistem pengelolaan, Perumda Pasar Jaya telah menyiapkan rencana aksi berkelanjutan.

Dalam jangka pendek, perusahaan tengah memproses pengadaan lima unit truk sampah mandiri berkapasitas 16 meter kubik per unit.

Armada ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir April 2026 guna memperkuat kemampuan pengangkutan internal.

Selain itu, kerja sama dengan pihak ketiga juga akan dioptimalkan untuk mempercepat distribusi dan pengangkutan sampah.

Baca Juga: Volume Transaksi Qlola by BRI Tembus Rp2.141,37 Triliun, Sinyal Kuat Transaction Banking BRI Kian Kokoh

Sementara itu, dalam jangka panjang, Perumda Pasar Jaya mendorong penerapan teknologi pengolahan sampah berkelanjutan.

Uji coba teknologi thermal hydrolysis serta sistem MASARO (Manajemen Sampah Zero) tengah disiapkan sebagai solusi inovatif untuk mengolah sampah langsung dari sumbernya.

"Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan yang ada, tetapi juga membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik," pungkas Topik.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky