Jakarta Utara

Cegah Banjir Rob, Sisi Kali Sentiong Jakarta Utara Dibuat Saluran Gendong

Oleh: Admin Selasa 24 Nov 2020, 18:03 WIB
Untuk mencegah banjir di wilayah Tanjung Priok, Pemerintah Kota Jakarta Utara membuat saluran gendong di sisi Kali Sentiong, Kelurahan Sunter Agung/dok: utara.jakarta.go.id

TANJUNG PRIOK, AYOJAKARTA.COM – Untuk mencegah  banjir di wialayah Tanjung Priok, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Utara membuat saluran gendong di sisi Kali Sentiong, Kelurahan Sunter Agung. Saat ini, Jakarta tengah memasuki musim penghujan yang puncaknya diprediksi akhir tahun.

Camat Tanjung Priok, Syamsul Huda mengatakan, dalam mengantisipasi banjir pihaknya telah berkoordinasi dengan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kota Administrasi Jakarta Utara untuk membuat saluran gendong sebagai antisipasi luapan air Kali Sentiong.

“Kami sudah membuat saluran gendong di sisi Kali Sentiong. Mengantisipasi luapan air agar tidak tumpah ke Jalan Danau Sunter Brat,” kata Syamsul dilansir utara.jakarta.go.id, Senin (23/11/2020).

AYO BACA : Seekor Orangutan Dilepasliarkan ke Cagar Alam Tapanuli Selatan

Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana SDA Kecamatan Tanjung Priok, Deni Tri Handoko mengatakan, saluran gendong ini difungsikan menampung luapan air Kali Sentiong akibat curah hujan deras maupun kenaikan muka air laut (rob).

“Ke dalaman saluran gendong mencapai 80 sentimeter. Jadi saluran gendong ini menampung luapan air Kali Sentiong saat muka airnya naik maupun kebocoran tanggul,” ujarnya.

Deni juga menerangkan, saluran tersebut bermuara pada kolam olakan Rumah Pompa Taman BMW yang akan kembali dialiri ke Kali Ancol. “Alhamdulillah kemarin sempat hujan dan rob tidak lagi meluap ke jalan,” pungkasnya.

AYO BACA : Cegah Banjir dan Genangan, Pemkot Jakarta Barat Kebut Pembangunan Kolam Olakan di Kebon Jeruk

Sebelumnya, Kepala Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta, Juaini Yusuf mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya preventif, seperti membuat sumur resapan, rainwater harvesting, on site detention, pengerukan di 17 sungai serta 5 waduk yang berada di Jakarta dan sekitarnya. 

"Kelima waduk tersebut antara lain, Waduk Pluit, Waduk Melati, Waduk Teluk Gong, Waduk BPP Poncol, dan Embung Cendrawasih," ujar Juani dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta, Kamis (14/11/2020).

Tak hanya itu, Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta telah membangun 987 titik sumur resapan di lima wilayah di Jakarta dengan target 1.000 titik sumur resapan pada 2019. Keberlanjutan pembangunan National Capital Integrated Coastal Development Kali Kamal sepanjang 2,2 km, naturalisasi revitalisasi sungai, serta pembangunan waduk di 10 lokasi.

Waduk tersebut, antara lain, Waduk Cilangkap Giri Kencana, Waduk Cimanggis, Waduk Kampung Rambutan 1 dan 2, Waduk Pondok Rangon, Waduk Pekayon, Situ Rawa Minyak, Embung Lapangan Merah, Embung Semper Barat Cilincing, Embung Cakung Timur, dan Pembangunan Kali sepanjang 8.274 m (September 2019).

“Ada 242 titik laporan genangan berulang dengan 30 lokasi genangan berulang terjadi pada tahun 2017-2018, dan pada tahun 2019 terdapat 14 lokasi genangan. Sehingga, terjadi pengurangan sebanyak 16 lokasi genangan berulang,” ungkapnya.

Untuk menangani genangan maupun banjir pada musim hujan, Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta telah mempersiapkan berbagai teknologi mutakhir, antara lain pompa mobile sejumlah 133 unit, pompa stasioner sejumlah 457 unit di 165 lokasi, pintu air 231 unit, excavator amphibi untuk pengerukan waduk, combi jetting yang digunakan untuk penyedotan lumpur saluran drainase, AWLR (Automatic Water Level Recorder) di 21 lokasi, serta CCTV Online sejumlah 103 unit. Selain itu, sebanyak 7,8 ribu personel pun dikerahkan, dengan dilengkapi alat berat 260 unit dan dump truck 461 unit.

AYO BACA : Cuaca Cerah, Ketinggian Air Kali Bekasi Aman

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati