KOJA, AYOJAKARTA.COM -- Warga wilayah rukun warga (RW) 05 Kelurahan Rawa Badak Selatan (RBS), Koja, Jakarta Utara, berkolaborasi membangun Program Kampung Iklim (ProKlim). Sejumlah komponen dihadirkan dalam menjaga ketahanan perubahan iklim dengan memanfaatkan pelestarian lingkungan.
Ketua RW 05 Kelurahan Rawa Badak Selatan M Irsyad mengatakan Program Kampung Iklim (ProKlim) merupakan upaya warga menciptakan ketahanan dalam menghadapi perubahan iklim. Berkonsep edu wisata, ProKlim mengoptimalisasikan pelestarian lingkungan dengan memanfaatkan lahan tak terpakai.
AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?
“Kami manfaatkan lahan yang dahulu merupakan lahan tidur (tak terpakai). Mengedukasi masyarakat untuk membiasakan menanam pohon dengan cara tradisional maupun modern seperti akuaponik. Ada juga pemeliharaan fauna dan taman dewasa dan anak. Konsepnya Edu Wisata,” kata Irsyad, Selasa (25 Agustus 2020), seperti lansir laman resmi Pemkot Jakarta Utara, utara.jakarta.go.id.
Menurutnya, RW 05 diuntungkan dengan adanya Waduk Rawa Badak sebagai pengendali banjir. Tak sekadar menampung curah hujan, waduk seluas hampir lima hektar ini pun difungsikan menampung pembuangan air dari pemukiman warga yang nantinya kembali dialirkan ke Kali Sunter.
Pelestarian lingkungan juga dihadirkan pada sejumlah kediaman warga mulai dari penanaman pohon hingga komposter. Termasuk menghadirkan pertanian perkotaan hingga biodigester di Pojok Rasela.
AYO BACA : Cara Mudah Mencairkan Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan via Lapak Asik Online
“Wilayah RW 05 diuntungkan dengan adanya Waduk Rawa Badak sebagai pengendali banjir. Warga juga sangat antusias beraktifitas menghadirkan berbagai komponen dalam menciptakan ProKlim ini,” ujarnya.
Lurah Rawa Badak Selatan Suhaena menerangkan sejumlah komponen telah diciptakan dalam menghadirkan ProKlim di RW 05 mulai dari pemanenan air hujan, peresapan air, penghematan air, sarana dan prasarana pengendali banjir, pertanian terpadu, pengendalian vektor penyakit, sanitasi dan air bersih, serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
ProKlim memiliki manfaat besar bagi kelangsungan hidup manusia seperti lingkungan sehat, bersih, kreatif, dan bermartabat.
“Kuncinya ada dikolaborasi warga. Warga bergerak bersama-sama untuk berupaya menciptakan ketahanan lingkungan dalam menghadapi berbagai perubahan iklim.”
Suhaena berharap ProKlim ini mampu meraih penilaian tertinggi pada tingkat nasional. Dengan begitu, maka dapat semakin memacu warga untuk selalu menciptakan lingkungan yang asri dalam menjaga ketahanan iklim.
“Harapan kami sebagai fasilitator yaitu warga bisa terus memelihara ProKlim ini. Meningkatkan dan berinovasi lagi. Menjaga kebersihan dan semakin menata lingkungan.”
AYO BACA : Teruntuk Murid di Jakarta, Kalian Masih Harus Belajar dari Rumah Dulu Ya...