KOJA, AYOJAKARTA.COM -- Takbir Virtual yang diadakan Pemkot Jakarta Utara tadi malam berlangsung sukses.
Acara malam 1 Syawal 1441 Hijriah (Sabtu, 23/5/2020) itu diikuti 31 kelurahan atau seluruh kelurahan di Jakarta Utara. Pusat kegiatan berlangsung di Masjid Al Musyawarah, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Takbir virtual menggantikan takbiran keliling yang dilarang pemerintah terkait potensi penularan COVID-19.
Dalam kegiatan virtual tadi malam, Pemkot Jakut kembali mensosialisasikan imbauan kepada seluruh warganya tentang perayaan Idul Fitri di massa pandemi COVID-19.
Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim, mengatakan, pandemi COVID-19 telah mengubah beragam kegiatan atau tradisi masyarakat. Karena itu, masyarakat harus mulai terbiasa menyesuaikan diri termasuk dalam tata cara dan tradisi merayakan Idul Fitri.
"Virus ini betul-betul mengubah kebiasaan hidup kita, kita harus menyesuaikannya. Biasanya kita bersilaturahmi, bersenda gurau, beraktivitas bersama keluarga di hari kemenangan. Tapi, adanya pandemi ini demi menjaga saudara, diri kita dan teman sejawat, kita membatasi diri kita secara kontak fisik," kata Ali di Masjid Al Musyawarah, tadi malam.
AYO BACA : Enggak Ada Takbir Keliling, Pemkot Jakarta Utara Bikin Takbiran Virtual
Ali juga kembali mengingatkan warga tentang aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama menghadapi massa pandemi terutama menyangkut perayaan Lebaran ini.
Pertama, takbir hanya digelar di masjid, musala atau langgar oleh perwakilan majelis taklim dan diikuti setiap warga di rumah masing-masing. Kemudian, pelaksanaan salat Idul Fitri disarankan dilaksanakan di rumah secara berjamaah oleh setiap keluarga.
Terakhir, tradisi silaturahmi atau halal bihalal dianjurkan dilakukan secara virtual. Warga diminta memanfaatkan teknologi komunikasi yang dimiliki setiap warga.
"Kita harapkan gema takbir kemenangan ini bukan sekadar bahwa kita sukses melawan hawa nafsu selama Ramadan kemarin saja, tapi InsyAllah sekaligus gema kita melawan Covid-19," jelasnya.
Mewakili Pemkot Jakut, ia pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah disiplin diri melaksanakan PSBB yang saat ini masuk tahap ke-3 sampai 4 Juni 2020 mendatang. Ia akui kasus COVID-19 di wilayah Jakarta Utara masih tinggi, tapi setidaknya sudah bisa dikendalikan.
"Terima kasih kepada 60 persen masyarakat Jakarta sudah di rumah. Termasuk terima kasih kepada petugas kesehatan dan keamanan, serta Gugus Tugas dari tingkat Kota sampai RT/RW yang terpaksa harus beresiko terpapar akibat membantu warga dalam penanggulangan COVID-19," kata Ali.