Jakarta Utara

Bus AKAP Tidak Beroperasi di Tanjung Priok

Oleh: Admin Jumat 08 Mei 2020, 21:20 WIB
Sejumlah penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) menunggu keberangkatan (ilustrasi) Foto: Republika/Putra M. Akbar

TANJUNG PRIOK, AYOJAKARTA.COM - Kepala Terminal Tanjung Priok, Mulya mengatakan, belum ada arahan yang lengkap mengenai pengoperasionalan bus antar kota antar provinsi (AKAP) di wilayahnya. Aktivitas di terminal saat ini hanya melayani transportasi dalam kota yakni angkutan kota (angkot) dan bus Transjakarta.

AYO BACA : Tak Ada Bus Beroperasi di Terminal Lebak Bulus

Pengelola Terminal Tanjung Priok pun masih menghentikan sementara waktu operasional layanan bus selama pemberlakuan PSBB di DKI Jakarta. Mulya juga belum menapatkan petunjuk lanjutan atas atran Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang membuka kembali moda transportasi umum per tanggal 7 Mei 2020. 

AYO BACA : Tren Pelanggaran PSBB Kota Bekasi Sedang Menurun

"Sebagai pelaksana di lapangan, kami menunggu instruksi langsung dari pimpinan yakni Kadis Perhubungan Pemprov DKI Jakarta dan kepala UPT. Kalau dikatakan dibuka, ya, kami buka, kalau tidak boleh, ya tidak," jelas Mulya, Jumat (8/5/2020).

Pantauan di lapangan,  Terminal Tanjung Priok, Jumat petang, belum terlihat aktivitas bus AKAP. Suasana terminal sepi hanya beberapa penumpang bus Transjakarta dan angkot yang berada di dalam terminal. 

"Sepi, tidak ada aktivitas bus ke luar kota di terminal," kata salah seorang pedagang di dalam terminal.

Menhub Budi Karya dalam Rapat Kerja virtual dengan Komisi V DPR di Jakarta, Rabu (6/7/2020), menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan salah satu penjabaran dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19. Sementara, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak Jumat, 10 April 2020 hingga 22 Mei 2020, sebagai upaya penanggulangan penyebaran wabah virus corona (COVID-19).

AYO BACA : Pak Menhub Jangan Gegabah, Awas Recovery Ekonomi Bisa Lebih Lamba

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati