AYOJAKARTA.COM - Ledakan yang terjadi di Masjid SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara membuat geger publik.
Ledakan tersebut terjadi pada Jumat (7/11) siang dan lebih dari 50 orang menjadi korban atas kejadian ini.
Penyebab terjadinya ledakan di SMAN 72 tersebut hingga kini masih diselidiki.
Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil menemukan barang bukti berupa bahan peledak dan dua senjata api (senpi) rakitan di lokasi.
Baca Juga: Target Selesai 2026, Kali Krukut akan Segera Dinormalisasi Pembebasan Lahan untuk Antisipasi Banjir
Senjata tersebut ditemukan di dekat dua korban yang kini sudah dirawat di rumah di rumah sakit.
Mengejutkannya, pada senpi tersebut bertuliskan pelaku penempakan masjid di luar negeri, Brenton Tarrant, Alexandre Bissonnette, dan Luca Traini.
Hal ini memicu dugaan adanya inspirasi dari aksi ekstrem internasional tersebut.
Terdapat pula tulisan, “Welcome to Hell” dan “For Agartha” pada senjata.
Saat ini tulisan tersebut juga tengah dianalisis maknanya oleh penyidik dan ahli psikologi forensik.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, menuturkan ada 54 korban luka-luka akibat ledakan ini.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Kini para korban sudah mendapat penanganan medis di di RS Islam Cempaka Putih dan RS Yarsi.
Baca Juga: Kebakaran di Grogol Utara, Transjakarta Alihkan Rute untuk Sementara
Polisi juga telah menangkap satu terduga pelaku yang langsung dibawa ke Polrestro Jakarta Utara.
Terduga pelaku dipastikan bukan siswa sekolah atau masyarakat sekitar.
Namun di sisi lain, ada saksi yang mengatakan jika terduga pelaku adalah siswa kelas 12 yang merupakan korban bullying.***