AYOJAKARTA.COM - Jadi salah satu titik penyebab utama banjir di beberapa wilayah DKI Jakarta termasuk Kembang Village, Pramono Anung tinjau Kali Krukut di Petogogan, Jakarta Selatan.
Didampingi Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum dan Wali Kota Jakarta Selatan M Anwar, Pramono menyebutkan kondisi Kali Krukut yang harus segera dinormalisasi.
Salah satu faktor penyebab banjir ialah bangunan yang berdiri di atas sungai.
Baca Juga: Kebakaran di Grogol Utara, Transjakarta Alihkan Rute untuk Sementara
"Kita akan lakukan normalisasi. Karena kalau tidak dilakukan apapun yang kita buat misalnya dengan menggali dan mengeruk dan sebagainya, enggak cukup," ujar Pramono, Jumat, 7 November 2025.
Normalisasi di Kali Krukut ini akan dilakukan sepanjang 1,3 kilometer terbentang dari Tarakanita hingga Jembatan Tendean.
Pembebasan lahan ditargetkan selesai pada tahun 2026, sehingga normalisasi Kali Krukut dapat segera dilakukan.
Bahkan rencana normalisasi Kali Krukut ini sudah direncanakan sejak 10 tahun lalu.
"(Normalisasi) Ini sudah direncanakan dari 10 tahun yang lalu, tetapi enggak pernah dieksekusi," pungkasnya.
Pramono pun menyampaikan akan mengeluarkan penetapan lokasi (penlok) terkait pembebasan lahan di Kali Krukut.
Ia menyebut, area terdampak pembebasan lahan diperkirakan sekitar 1,52 hektare atau sebanyak 65 bidang tanah.
Proses pengukuran pembebasan lahan dan pendataannya akan dilakukan mulai hari ini.
Namun normalisasi kali akan dilakukan sepanjang 360 meter terlebih dahulu, yakni di segmen Tarakanita hingga Petogogan.***

Share this article
Pramono Anung tinjau Kali Krukut di Petogogan, Jakarta Selatan dan akan lakukan normalisasi pembebasan bangunan.