Jakarta Utara

Pembangunan Sistem Sarana dan Prasarana Tata Air di Jakarta Utara Diperkuat Sebagai Upaya Pencegahan Banjir

Oleh: Desi Kris Rabu 28 Jan 2026, 13:19 WIB
Pembangunan Sistem Sarana dan Prasarana Tata Air di Jakarta Utara Diperkuat (Sumber: beritajakarta.id/ istimewa)

AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Kota Jakarta Utara terus memperkuat pembangunan sistem sarana dan prasarana tata air sebagai langkah strategis dalam upaya pencegahan banjir.

Penguatan infrastruktur ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pengendalian air sekaligus mengurangi risiko genangan saat curah hujan tinggi maupun pasang air laut.

Pembangunan sistem sarana dan prasarana tata air dilakukan Pemkot Jakarta Utara bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta dan Suku Dinas SDA setempat.

Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat mengatakan bahwa program ini adalah langkah konkret pemerintah untuk mengurangi risiko banjir di saat cuaca ekstrem seperti saat ini.

Baca Juga: Tata 5 Kawasan hingga Persiapan Rute Baru MRT Jakarta, Di Mana Saja?

Selain itu, langkah ini juga dapat meningkatkan ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan muka tanah.

Rencananya proyek ini akan dilakukan dalam waktu dekat dan ditargetkan selesai pada tahun 2027.

"Program ini membutuhkan sinergisitas serta dukungan dari seluruh pihak," ujar Hendra.

Lebih lanjut, Hendra mengatakan jika proses ini membutuhkan pembebasan lahan maka Pemkot Jakut siap mengedepankan pendekatan persuasif melalui sosialisasi kepada masyarakat.

Baca Juga: Pelat Besi JPO Salhabat Jalan Daan Mogot Dicuri, Pramono: Gunakan Anti-Maling dan Perbanyak CCTV

Pelaksanaan program ini diharapkan bisa memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan masyarakat untuk menjaga lingkungan dan menghadapi tantangan banjir dan rob secara berkelanjutan.

Perlu diketahui, pengendalian banjir di Jakarta Utara ini akan difokuskan pada tiga langkah utama:

1. Perkuatan infrastruktur

Pengerjaan ini meliputi penguatan PHB Layar sepanjang 500 meter di kedua sisi serta perkuatan Tanggul Kali Cakung Lama di wilayah Sukapura sepanjang 2.400 meter.

Baca Juga: Wujudkan Sekolah Layak Pascabencana, Puluhan Relawan BRI Peduli Terjun Langsung ke Aceh Tamiang

2. Peningkatan kapasitas pompa

Kapasitas pompa akan ditingkatkan, salah satunya yakni Pompa Bulak Cabe yang direncanakan berkapasitas total 24 meter kubik per detik.

Pompa ini terdiri atas tiga unit pompa dengan kapasitas masing-masing delapan meter kubik per detik.

Baca Juga: Potensi Banjir Rob hingga 3 Februari 2026, BPBD DKI Jakarta: 12 Wilayah Pesisir Ini di Imbau untuk Waspada!

3. Pembangunan pompa baru di titik-titik rawan banjir

Pembangunan pompa baru akan dilakukan di sejumlah lokasi strategis yakni Pompa Pegangsaan Dua dengan kapasitas total 9 meter kubik per detik, Pompa WR Jengkol di kawasan Jalan Sedayu City berkapasitas 2 meter kubik per detik, dan Pompa IKIP dengan kapasitas total 3 meter kubik per detik.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris