AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta bersama PT MRT Jakarta (Perseroda) terus mematangkan rencana penataan lima kawasan strategis sekaligus menyiapkan pengembangan rute baru MRT Jakarta.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat transportasi publik berbasis rel serta mendorong pengembangan kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD).
Penataan lima kawasan tersebut difokuskan pada area sekitar stasiun MRT yang dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Salah satu proyek TOD pada 2026 adalah pembangunan pedestrian deck melingkar di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat.
Baca Juga: Pelat Besi JPO Salhabat Jalan Daan Mogot Dicuri, Pramono: Gunakan Anti-Maling dan Perbanyak CCTV
Struktur ikonik yang menyerupai ”cincin donat” ini akan melayang di atas simpang padat Dukuh Atas.
Nantinya rute ini akan menghubungkan stasiun KRL, halte Transjakarta, stasiun MRT, dan kawasan perkantoran.
Rencananya, peletakan batu pertama proyek TOD ini akan dilakukan paling lambat pada pertengahan 2026.
Hadirnya fasilitas ini diharapkan bisa menghubungkan empat kuadran utama Dukuh Atas yang selama ini belum saling terkoneksi, yakni sisi Gedung PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Gedung Landmark Centre, Jalan Kendal-Blora, dan Jalan Tanjung Karang.
"Karena itu, kami mengusulkan pembangunan pedestrian deck melingkar yang fokus pada mobilitas orang, bukan kendaraan," ujar Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat.
Baca Juga: Wujudkan Sekolah Layak Pascabencana, Puluhan Relawan BRI Peduli Terjun Langsung ke Aceh Tamiang
Nantinya jalur pejalan kaki ini akan berbentuk lingkaran dengan bentangan sekitar 118 meter dan lebar kurang lebih 12 meter.
Sekitar tujuh meter akan difungsikan sebagai jalur pejalan kaki dan sisanya dimanfaatkan untuk area komersial seperti pop-up tenant.
Sedangkan untuk menuju akses deck akan dilengkapi eskalator guna mendukung kemudahan dan aksesibilitas.
Proyek pedestrian deck Dukuh Atas ini sekarang berada pada tahap studi kelayakan dan perancangan yang dilakukan sejak November 2025.
Dalam tahap ini, MRT membutuhkan ketelitian karena perlu mempertimbangkan aspek teknis konstruksi.
Termasuk soal penempatan pilar penyangga dan keberadaan infrastruktur vital, seperti pompa air.
Setelah proses ini selesai, langkah selanjutnya adalah fase pembiayaan yang direncanakan berasal dari kombinasi ekuitas MRT Jakarta dan pinjaman, termasuk dari Japan International Cooperation Agency (JICA).
MRT Jakarta saat ini juga tengah menyiapkan pengembangan extended concourse di Stasiun Bundaran HI yang memiliki luas sekitar 3.000 meter persegi.
Baca Juga: Di Sidang Kasus Pertamina, Ahok Tantang JPU untuk Berani Periksa Erick Thohir hingga Jokowi
Tahap basic engineering design pengembangan extended concourse di Stasiun Bundaran HI juga akan dilakukan di tahun ini.
Selanjutnya proyek TOD lainnya adalah di kawasan Kota Tua yang mencakup revitalisasi lahan parkir eks Gedung Parkir Glodok di Jalan Sawah Besar.
Lokasi itu direncanakan tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas parkir, tapi juga menjadi titik pandang kawasan Kota Tua.
Saat ini proyek di kawasan Kota Tua masih pada tahap kajian awal.
Kemudian ada pula proyek TOD yang disiapkan di kawasan Blok M dan sudah memasuki tahap persiapan ultimate development.
Proyek ini untuk meningkatkan konektivitas kawasan, khususnya menghubungkan wilayah Peruri dengan Melawai.
Baca Juga: Perjuangan AO PNM Tika Wulandari, Sukses Angkat Derajat Keluarga dari Hasil Melaut
Rute Baru MRT Jakarta
MRT Jakarta bersiap untuk memperluas layanan ke wilayah timur melalui proyek lintas timur-barat fase 1 tahap 1.
Rute ini dapat menghubungkan Tomang, Jakarta Barat, hingga Medan Satria, Bekasi yang rencana lelangnya dimulai pada 2026.
Selanjutnya MRT Jakarta juga melakukan pengadaan kereta dan paket pengadaan sistem railway (perkeretaapian) di sepanjang lintas Jakarta-Bekasi ini.***

Share this article
Salah satu proyek TOD pada 2026 adalah pembangunan pedestrian deck melingkar di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat.