AYOJAKARTA.COM - Ikut mendukung program Pemprov DKI Jakarta untuk perluas ruang terbuka hijau (RTH), Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Utara terus mengintensifkan program penataan dan penghijauan taman kota serta jalur hijau di enam kecamatan.
Sudin Tamhut diketahui akan menargetkan penataan di 81 lokasi di ibu kota.
Kepala Suku Dinas Tamhut Jakarta Utara, Reina Camelia menjelaskan penataan dilakukan bukan hanya untuk estetika kota namun memperbaiki kualitas udara.
"Penataan dan penghijauan tidak hanya berfokus pada peningkatan estetika kota, tetapi juga untuk memperbaiki kualitas udara serta menyediakan ruang interaksi sosial yang sehat dan nyaman bagi warga," ujarnya, Selasa (5/5).

Beberapa lokasi diketahui menjadi prioritas penataan yakni:
- Taman Danau Sunter Selatan seluas 39.035 meter persegi
- Hutan Kota Waduk Cincin seluas 61.670 meter persegi
- Taman Waduk Pluit seluas 82.763 meter persegi.
Reina menyebutkan konsep yang dilakukan dengan menggunakan diversifikasi mendukung estetika dan ekologis.
"Kami menerapkan konsep diversifikasi tanaman guna mendukung fungsi estetika dan ekologis. Jenis tanaman yang ditanam antara lain bakung air mancur, ruellia, hanjuang, patah tulang hijau, hingga hanjuang kribo yang ditempatkan pada titik-titik strategis," terangnya.
Ia menambahkan, konsep penataan di tiap kecamatan disesuaikan dengan karakter wilayah.
Untuk Kecamatan Tanjung Priok, penataan difokuskan pada taman besar dan jalur hijau strategis.

Kemudian, di Penjaringan difokuskan pada kawasan waduk dan lingkungan permukiman. Adapun di Cilincing dan Koja diarahkan pada optimalisasi taman lingkungan, serta di Kelapa Gading dan Pademangan pada penataan median jalan dan taman interaktif.
"Keberadaan taman dan jalur hijau yang tertata diharapkan dapat mendorong interaksi sosial serta menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di sekitar lokasi," ungkapnya.
Menurutnya, untuk memastikan program berjalan optimal, Suku Dinas Tamhut Jakarta Utara akan mengerahkan ratusan petugas di seluruh lokasi.

"Setiap titik penghijauan akan ditangani oleh lima hingga sepuluh petugas pemeliharaan yang bertugas menjaga kondisi tanaman agar tetap tumbuh optimal," bebernya.
Ia menuturkan, pengawasan dilakukan secara berkala, meliputi kualitas hasil penanaman, kebersihan area, kesehatan tanaman, serta progres pelaksanaan penataan di lapangan.***