Khazanah

Mengenal Gempa Bumi Megathrust dari Penyebab hingga Dampaknya, Simak Info Lengkapnya di Sini!

Oleh: Dewi Mayangsari Kamis 01 Des 2022, 19:45 WIB
Mengenal Gempa Bumi Megathrust dari Penyebab hingga Dampaknya, Simak Info Lengkapnya di Sini!

AYOJAKARTA.COM - Gempa bumi merupakan gesekan atau getaran yang terjadi karena pergerakan lempengan bumi yang mengakibatkan gelombang serta getaran yang dapat merusak ataupun menelan korban jiwa.

Kerusakan karena gempa bumi tergantung dari besarnya getaran yang dirasakan.

Semakin besar guncangan maka semakin besar dampak yang akan terjadi.

Gempa bumi terbagi menjadi beberapa jenis.

Salah satunya adalah gempa megathrust.

Baca Juga: WASPADA! Gempa Megathrust 8,9 Magnitudo dan Tsunami 34 Meter Membayangi Pulau Jawa, Berkaitan dengan Cianjur?

Gempa megathrust digadang-gadang berpotensi menyebabkan terjadinya tsunami.

Menurut EOS Science News By American Geophysical Union, gempa megathrust terjadi akibat pecahnya batas lempeng di bidang kontak dua lempeng tektonik yang bertemu di zona subduksi.

Lempeng tektonik bumi bisa mencapai beribu-ribu kilometer dan menjadi dasar benua dan samudra.

Pelat-pelat ini bertabrakan, meluncur dan bergerak menjauh satu sama lain.

Terkadang lempengan tersebut saling bertabrakan di zona subduksi yang merupakan zona bertemunya antar lempeng.

Baca Juga: Update Terbaru, Gempa Bumi Magnitudo 2,9 Kembali Mengguncang Cianjur

Jika beberapa lempengan tektonik saling bertemu maka kemungkinan akan berpotensi menyebabkan gempa bumi, tsunami dan longsor.

Dikutip ayojakarta.com dari dari Badan Survey, Geologi Amerika Serikat pada Kamis (1/12/2022), ketika lempengan tektonik bertemu, satu lempengan akan meluncur di bawah lempengan lain (melakukan subduksi), dan turun ke metal bumi dengan kecepatan 2-8 sentimeter per tahunnya.

Gempa megathrust merupakan gempa yang sangat besar dan terjadi di zona subduksi.

Untuk diketahui, Indonesia dikelilingi zona subduksi dan dua di antaranya berada di selatan Jawa, yakni di bagian barat dan timur.

Kedua megathrust tersebut memiliki potensi gempa hingga 9,1 magnitude.

Baca Juga: Viral Relawan Medis Korban Gempa Cianjur Mundur dari Tugas, Begini Penjelasannya

Gempa megathrust merupakan fenomena alam yang berulang dalam periode waktu tertentu.

Dikutip ayojakarta.com dari situs Natural Resources Canada pada Kamis (1/12/2022), pengulangan ini bervariasi dari zona subduksi ke zona subduksi.

Misalkan, di zona subduksi Cascadia di Amerika Utara, terdapat 13 peristiwa megathrust telah diidentifikasi dalam 6000 tahun terakhir, rata-rata setiap 500 hingga 600 tahun.

Namun tidak terjadi secara teratur, beberapa di antaranya terjadi pada 200 tahun dan beberapa lainnya sejauh 800 tahun.***

Reporter Dewi Mayangsari
Editor Fathul Amanah