AYOJAKARTA.COM – Allah SWT menciptakan manusia sebagai ciptaan Allah yang paling sempurna.
Kemudian semua ciptaan Allah baik yang ada di langit maupun ada di bumi memiliki kewajiban tidak lain untuk bersujud dan menyembah kepadaNYA, termasuk juga manusia.
Tidak seperti ciptaan Allah yang lainnya, Allah menciptakan manusia dilengkapi dengan fisik dan akal yang paling baik.
Baca Juga: Mengupas Tuntas Penyebab Tragedi Ratusan Mahasiswa Terjerat Pinjaman Online
Namun sayang, meski diciptakan dengan akal dan fisik yang hampir sempurna namun tidak semua manusia memiliki akhlak yang baik.
Banyak jenis manusia yang justru takabur dan lupa kepada Allah yang telah menciptakannya.
Sehingga manusia-manusia yang masuk dalam golongan tersebut kebayakan lupa akan kewajibannya untuk bersujud dan menyembah kepada Allah.
Dikutip AyoJakarta.com dari laman Instagram Ppalanwarsarang pada (23/11/20), Kyai Maimoen Zubair pernah menuturkan dalam suatu dakwah semasa beliau masih hidup.
Kyai Maimoen Zubair atau lebih dikenal dengan panggilan Mbah Moen mengatakan bahwa kewajiban untuk bersujud kepada Allah bahkan sudah dilakukan sejak zaman Nabi Adam AS.
Meski kala itu Nabi Adam diturunkan ke bumi oleh Allah SWT, namun Nabi Adam AS tetap bersujud kepada Allah beribu tahun lamanya hingga ia merasa begitu dekat dengan Allah.
“Bumi adalah tempat bersujud kepada Allah, makanya Nabi Adam AS turun dari surga beliau bersujud beberapa ribu tahun akhirnya Nabi Adam dekat dengan Allah” tutur Mbah Moen.
Namun Mbah Moen menyayangkan umat manusia yang juga tinggal di bumi tidak bisa meneladani Nabi Adam AS untuk terus bersujud kepada Allah.
Baca Juga: Daftar HP yang Punya Kamera Mumpuni dari Berbagai Merek, Spesifikasi Boleh Diadu!
“Akan tetapi kenapa kamu yang tinggal di bumi, tetapi malah jauh dari Allah SWT kok tidak seperti kakekmu (Nabi Adam AS)” sesal Mbah Moen.
Mbah Moen kemudian menyebut jenis manusia seperti itu sama saja seperti seorang anak yang tidak tahu terhadap orang tuanya.
“Ini adalah orang yang kurang tahu terhadap orang tuanya, ketika Nabi Adam bersujud kepada Allah dan ia dipilih oleh Allah SWT maka dari itu jangan lihat tempatnya akan tetapi lihatlah seberapa dekatnya hati (kepada Allah SWT)” ujar Mbah Moen.
“Walaupun di surga akan tetapi jauh dari Allah SWT, dan mempunyai anak kafir yaitu Qobil, walaupun di dunia yang jauh dari surga mempunyai anak Islam yaitu Habil” pungkas Mbah Moen.***