Khazanah

Mbah Moen Sebut Umur 40 Tahun Jadi Penentu Nasib Kaya Atau Miskin, Begini Alasannya

Oleh: Redaksi Jumat 26 Agu 2022, 17:35 WIB
mbah moen

AYOJAKARTA.COM - KH Maimoen Zubair atau Mbah Maimoen merupakan ulama kharismatik asal Rembang.

Pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang itu merupakan keturunan ke 37 dari Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, dari jalur kakek, silsilah Mbah Maimoen juga sampai kepada salah satu wali nusantara, Sunan Giri.

Mbah Moen juga dipercaya masyarakat Indonesia mempunyai Karomah sebagai Wali Allah.

Dalam salah satu ceramahnya, Mbah Moen menjelaskan rahasia nasib dan rezeki seseorang berdasarkan tahapan usia.

Salah satunya ketika memasuki usia 42 yang termasuk salah satu tahapan kehidupan yang krusial.

Baca Juga: Mbah Moen Sebut 3 dari 7 Tanda Kiamat Sudah Terjadi dan Bisa Dilihat di Sekitar Kita: Persiapkan Bekal Akhirat

KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen pun mengungkapkan rahasia di balik umur setiap kelipatan 7 tahun.

Hal ini berkaitan dengan rezeki dan nasib yang akan dijalani seseorang dalam hidupnya.

Artikel ini telah tayang di Portal Sulut dengan judul "Mbah Moen: Umur 40 Tahun Jadi Penentu Nasib Seseorang, Akan Kaya atau Hidup Miskin Sepanjang Usia"

Lantas apakah rahasia usia yang dilihat dari kelipatan 7 tahun itu kata Mbah Moen? Simak artikel ini sampai selesai yuk.

Dalam ceramahnya, Mbah Moen menjabarkan kalau setiap kita punya tujuh tahapan hidup yang mesti dilalui.

Fase pertama, kita yang belum lahir bakal hidup di punggung bapak. Fase kedua, hidup dalam kandungan ibu.

Baca Juga: Ferdy Sambo Dipecat Tidak Hormat, Upacara Pemecatan Dipimpin Langsung oleh Presiden Jokowi

Fase ketiga, manusia pun lahir ke dunia. Fase keempat, tatkala manusia meninggal maka ia pun memasuki alam barzakh.

Seusai dari alam barzakh itulah, kita beralih ke fase kelima, yakni hidup di alam mahsyar.

Dilanjutkan ke fase keenam, yakni hari pembalasan. Fase terakhir, kita pun dimasukkan ke neraka atau surga.

Dalam hal itu pula, usia manusia tidak lepas hubungannya dengan rahasia angka 7.

“Setiap 7 tahun pasti berubah. Tujuh tahun masa anak-anak, kalau sudah 7 harus sekolah. 7 tahun selanjutnya harus sekolah lanjutan. 7 tahun lagi harus sekola tinggi,” ujar guru dari Gus Baha tersebut.

Sebagaimana yang telah dilansir Portal Sulut dari kanal YouTube Santri Blekek yang diakses pada 14 Agustus 2022.

Kemudian pada usia 28 tahun, yang merupakan perhitungan tujuh dikali empat, merupakan usia untuk memasuki bahtera rumah tangga.

Baca Juga: Resmi! Berikut Bocoran Jadwal Pendaftaran CPNS dan PPPK 2022 Lengkap dengan Formasi Terbaru dari KemenPANRB

Memasuki 7 tahun kemudian, yakni usia 35 tahun, kita hendaknya sudah punya pekerjaan.

Sebab bila belum punya sumber penghasilan, maka kita bisa dibilang kurang handal dalam mencari kerja.

“Sekarang sudah umur 28 ditambah 7 (hasilnya) 35 harus punya pekerjaan. Ada orang umur 35 belum punya pekerjaan, memang tidak begitu bisa bekerja,” kata Mbah Moen.

Kemudian tatkala mencapai usia 42 tahun, secara finansial kekayaan seseorang sudah bisa ditentukan.

Bila ternyata belum kaya, maka mungkin saja bukan jalan hidupnya untuk hidup kaya.

Lebih lanjut 42 ditambah 7, yakni usia 49 tahun. Ini adalah usia penghabisan kata kyai dari Rembang, Jawa Tengah tersebut.

Baca Juga: Keluhan Pelanggan soal Aplikasi MyTelkomsel Eror hingga Tak Bisa Isi Pulsa Trending, Telkomsel Minta Maaf

Masa selanjutnya yakni lansia, yaitu usia 49 ditambah 7, yakni usia 56 tahun.

Pada usia 63, almarhum Mbah Moen mengutarakan orang tersebut mati pantas, tapi hidup juga masih pantas.

Sekiranya seseorang masih hidup di usia 63, maka ia diberikan umur panjang oleh Allah.

Begitulah seterusnya. Sampai mencapai usia 77 tahun, perhitungan umur pun akan dihitung lagi dari awal kata Mbah Moen.

Semoga bermanfaat.*** (Indah Wahyuningsih/Portal Sulut)

Reporter Redaksi
Editor Dian Naren