AYOJAKARTA.COM - Puasa Ayyamul Bidh sangat dianjurkan dilaksanakan pada saat Bulan Muharram.
Pada tahun ini, puasa Ayyamul Bidh jatuh pada hari Kamis hingga Sabtu 11-13 Agustus 2022.
Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu puasa yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.
Di antara sunnah nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam adalah berpuasa minimal tiga hari pada setiap bulan Hijriah.
Baca Juga: Mbah Moen Sebut Seseorang Harus Sudah Menikah di Umur 28 Tahun, Jika Tidak Ini Akibatnya
Ayyâmul Bîdl secara bahasa bermakna hari-hari cerah. Namun maksud sebenarnya adalah hari yang malam sebelumnya cerah tersinari oleh bulan. Yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan dengan hitungan kalender Hijriah.
Amalan berpuasa tiga hari pada setiap bulan Hijriah itu memiliki ganjaran pahala yang sangat besar yakni seperti puasa satu tahun penuh.
Adapun hikmah puasa Ayyamul Bidl adalah bahwa ketika malam-malam tersebut sangat terang maka sangat pantas seluruh siangnya digunakan untuk beribadah. Karenanya disunnahkan puasa Ayyamul Bidl.
Baca Juga: Punya Pasangan Doyan Selingkuh? Ikuti Amalan Ini Agar Dia Kembali ke Kamu!
Puasa Ayyamul Bidl dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
• Pertama, niat di hati. Niat puasa Ayyamul Bidl, demikian juga puasa sunnah lainnya seperti puasa Senin-Kamis, puasa Arafah, dan semisalnya, dapat dilakukan dengan niat puasa mutlak, seperti:
“Saya niat puasa.” Namun yang lebih baik adalah niat secara khusus sebagaimana berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lilâhi ta’âlâ.
Artinya, “Saya niat puasa Ayyamul Bidl (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’âlâ.” Selain niat di dalam hati juga disunnahkan mengucapkannya dengan lisan.
Niat puasa Ayyamul Bidl dapat dilakukan sejak malam hari hingga siangnya sebelum masuk waktu zawal (saat matahari tergelincir ke barat), dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar atau sejak masuk waktu subuh. (Al-Malibari, Fathul Mu’în, juz II, halaman 223).
• Kedua, makan sahur. Lebih utama makan sahur dilakukan menjelang masuk waktu subuh sebelum imsak.
• Ketiga, melaksanakan puasa dengan menahan diri dari segala hal yang membatalkan, seperti makan, minum dan semisalnya.
Baca Juga: 5 Fakta Tentang Observatorium Bosscha, Viral Gara-gara Muncul di Pengabdi Setan 2 Communion
• Keempat, lebih menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan pahala puasa seperti berkata kotor, menggunjing orang, dan segala perbuatan dosa. Rasulullah saw bersabda:
كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعِ وَالْعَطَشِ (رواه النسائي وابن ماجه من حديث أبي هريرة)
Artinya, “Banyak orang yang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan kehausan” (HR an-Nasa’i dan Ibnu Majah dari riwayat hadits Abu Hurairah ra). (Abul Fadl al-‘Iraqi, al-Mughni ‘an Hamil Asfâr, [Riyad: Maktabah Thabariyyah, 1414 H/1995 M], juz I, h. 186).
• Kelima, segera berbuka puasa saat tiba waktu maghrib. (Ibrahim al-Bajuri, Hâsyiyyatul Bâjuri ‘alâ Ibnil Qâsim al-Ghazi, [Semarang, Thoha Putra], juz I, h. 292-294).
Demikianlah ulasan mengenai tata cara dan bacaan niat puasa Ayyamul Bidh pada bulan Muharram.***