AYOJAKARTA.COM - Dalam islam bulan Muharram merupakan bulan suci di antara empat bulan haram lainnya.
Tak lama lagi, umat Islam akan memasuki 1 Muharram 1444 H yang jatuh pada 30 Juli 2022.
Bulan Muharram ini memiliki keistimewaan atau keutamaan salah satunya sebagai syahrullah atau bulan Allah.
Baca Juga: 20 Link Twibbon Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H, Cocok untuk Status di Media Sosial
1 Muharram 1444 H adalah bulan yang diistimewakan karena termasuk salah satu bulan al-asyhur al-hurum atau bulan-bulan yang dimuliakan, selain Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab.
Dilansir AyoJakarta.com dari laman mui.or.id pada Jumat (29/7/2022) terdapat amalan-amalan yang patut kita lakukan dalam menyambut 1 Muharram 1444 H sebagai berikut:
Puasa Tasu'a dan Asyura
Baca Juga: Teks Khotbah Jumat Singkat Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H, Momen Refleksi Diri
Puasa Asyura merupakan ibadah yang dijalankan pada 10 Muharram bertepatan pada Kamis, 19 Agustus 2021. Dalam Puasa Asyura ini kita melakukan puasa Tasu'a terlebih dahulu hal ini karena umat Yahudi juga sering berpuasa pada 10 Muharram, sehingga untuk membedakan dengan mereka maka umat Muslim dianjurkan untuk puasa Tasu'a pada 9 Muharram. Dalil keutamaan puasa Tasu'a dan Asyura antara lain:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim)
Baca Juga: 10 Quotes Islami Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H, Bisa Jadi Pengingat Diri
Sedekah
Pada bulan ini perbanyaklah Sedekah, karena bulan Muharram dikenal juga sebagai bulannya “bersedekah” karena pada saat bulan ini semua amalan kebaikan diberi pahala yang berlipat. Oleh sebab itu, sedekah sangat dianjurkan di bulan ini.
Perbanyak ibadah dan berdoa
Baca Juga: Teks Khotbah Jumat Singkat Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H
Secara historis ada banyak peristiwa besar yang terjadi pada bulan Muharram, seperti diselamatkannya Nabi Musa dari Firaun, Nabi Ibrahim selamat dari kobaran api, dan Nabi Isa diangkat ke langit oleh Allah SWT.
Selain itu, terdapat pula peristiwa yang memilukan terjadi di bulan ini. Peristiwa tersebut adalah tragedi Karbala yang menyebabkan terbunuhnya Husain bin Ali bin Abi Thalib, salah satu cucu Nabi Muhammad SAW, maka dari itu, karena banyaknya terjadi peristiwa penting pada bulan ini hendaknya kita melakukan banyak refleksi diri seperti berdoa dan ibadah.
Dalam hal ini adapun larangan atau anjuran yang sebaiknya tidak dilakukan saat Muharram antara lain:
Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Inilah Alasan Mengapa Muharram Jadi Bulan Pertama di Kalender Islam Hijriyah
Melakukan maksiat
Di bulan penuh amalan dan kemuliaan ini, dilarang berbuat maksiat. Maksiat di sini dapat berupa meninggalkan shalat, memakan uang haram, berzina, mengonsumsi makanan tidak halal, mabuk-mabukan, dan perbuatan maksiat lainnya. Mengapa demikian? Karena sama seperti perbuatan terpuji, perbuatan maksiat pun akan dilipatgandakan balasannya saat bulan ini.
Baca Juga: 10 Link Twibbon Tahun Baru Islam 2022 1 Muharram 1444 Hijriyah: Cocok Dibuat Status ke Media Sosial
Melakukan bid'ah
Pada sekelompok orang memperingati Hari Karbala yang terjadi saat Muharram dengan cara melukai dirinya sendiri. Hal ini termasuk bid'ah dan tidak diperbolehkan karena tidak terdapat anjuran menyakiti diri sendiri dalam Alquran dan hadits
Berperang dan membunuh
Di bulan Muharram ini, dilarang untuk berperang. Peperangan bukan hanya mengangkat senjata, membunuh, dan memerangi orang zalim melainkann berperang dapat diartikan berselisih. Oleh sebab itu, jauhilah perselisihan dengan orang lain terutama di bulan haram.
Demikian anjuran dan larangan yang harus umat Muslim perhatikan saat Muharram. Semoga ilmu tersebut dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin ya Rabbal a’la miin. (Hurryyati Aliyah/ Nashih).***