AYOJAKARTA.COM - Teks khotbah Jumat singkat dapat disimak di artikel ini.
Tak lama lagi, umat muslim akan merayakan Tahun Baru Islam 1444 Hijriyah.
Berikut teks khotbah Jumat tentang menyambut Tahun Baru Islam yang dikutip AyoJakarta.com dari AyoIndonesia.com dengan judul Naskah Khutbah Jumat Singkat Terbaru: Makna Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H.
Bulan Muharram menjadi satu dari empat bulan yang mulia (haram) bagi umat Islam dan disebut pula sebagai bulannya Allah atau Syahrullah.
Dalam menyambut Bulan Muharram 1444 Hijriyah ini, seluruh umat muslim dituntut untuk lebih baik lagi dalam beribadah dan meningkatkan ketakwaannya kepada Allah SWT.
Berikut adalah khotbah Jumat renungan hidup Menyambut Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 2022 yang membahas pentingnya hijrah dan peningkatan kualitas ketakwaan.
Di mana hal tersebut ditulis oleh KH Ade Muzaini Aziz yang merupakan Pengurus Lembaga Dakwah PBNU dan Pengasuh Perguruan Al Mu’in Tangerang Banten.
Baca Juga: Teks Khotbah Jumat Singkat Tentang 3 Amalan, Simak Penjelasan Lengkap di Sini!
Khotbah pertama
ألحمد لله الذى حمى الرسول من كل من آذاه وخدعه, وطيّب ذكره بين العالمين ورفعه, وقال تعالى: ومن يهاجر فى سبيل الله يجد فى الأرض مراغما كثيرا وسعة. نحمد سبحانه وهو ذو العزة والجلال, العظيمُ فى ملكوته الكبيرُ المعتال, ليس له مما سواه شبيه ولا مثال.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له, ربّ الأرض والسماء, وربّ العظمة والكبرياء. وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ونبيّه, رسول النزاهة و النقاء, والتواضع والعفو والسخاء.
صلى الله على سيدنا محمد وسلّم عليه وعلى آله وصحبه تسليما كثيرا.
قال الله تعالى فى مُحكم تنزيله: يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وابتغوا إليه الوسيلة وجاهدوا في سبيله لعلكم تُفلحون.
صدق الله العظيم.
أوصيكم وإيّاي نفسى بتقوى الله فقد فاز المتقون. أما بعد…
Jamaah Jum’ah rahimakumullaah.
Imam Ali ibnu Abi Thalib karramallâhu wajhah, pernah berpesan kepada kita:
من كان يومه خيرا من أمسه فهو رابح, ومن كان يومه مثلَ أمسه فهو خاسر, ومن كان يومه شرّا من أمسه فهو مغبون.
Artinya: Barang siapa yang hari ininya lebih baik dari hari kemarinnya, maka ia adalah orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ininya sama dengan hari kemarinnya, maka ia adalah orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ininya lebih buruk dari hari kemarinnya, maka ia adalah orang yang celaka.
Dari nasihat imam Ali ra ini, kita dapat petik pelajaran, bahwa Islam menghendaki pemeluknya untuk senantiasa meningkatkan kualitas hidupnya, baik dari sisi material, intelektual, apalagi dari sisi moral-spiritualnya.
Jama’ah yang mulia
Berkenaan dengan wejangan Sayyidina Ali di atas, cara terbaik untuk bisa meningkatkan kualitas hidup pada tahun 1444 H ini ialah dengan kembali bercermin dan meneladani ruh dan makna hijrah itu sendiri.
Menurut bahasa, Hijrah memiliki 2 arti, pertama secara zhahiriy, yaitu perpindahan dari suatu tempat menuju ke tempat yang lebih baik, yang kedua secara ma’nawiy, yaknu perubahan dari satu kondisi kepada kondisi yang lebih baik.
Hijrah yang berakar kata hajara juga memiliki arti meninggalkan/menjauhkan diri.
Ketiga sisi etimologis hijrah di ataslah, baik secara dhahiriyah maupun maknawiyah, yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw bersama para sahabat ra., dari kota Mekkah menuju Yatsrib (al-Madinah al-Munawwarah).
Baca Juga: Teks Khotbah Hari Raya Idul Adha 2022 NU Online, Bisa jadi Panduan untuk Ustaz dan Imam Masjid
Lalu bagaimana berhijrah pada konteks kekinian?
Hijrah adalah sebuah etos dan semangat yang harus terus dirawat dalam kehidupan.
Karena hijrah adalah sebuah upaya keras (jihad), untuk memperbaiki kualitas hidup yang berisi dan menuju kepada kebaikan dan perbaikan dalam bingkai peribadatan.
Allah Swt Berfirman dalam surah an-Nisaa’ ayat 100:
وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Artinya: Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat/cita-cita yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya adalah dengan berusaha keras agar kehidupan diri, keluarga, masyarakat serta bangsa berjalan di koridor yang diridhoi oleh Allah SWT, sesuai dengan tuntunan dan panduan yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana yang diwarisi dan diajarkan oleh para ulama.
Inilah adalah satu-satunya cara, yang bila cara itu ditempuh, maka garansinya adalah suatu perubahan menuju kepada situasi dan kondisi kehidupan yang lebih baik dan beradab, sebagaimana yang telah Allah janjikan kepada kita pada ayat di atas.
Dalam berhijrah, secara lebih spesifik, Rasulullah bersabda:
والمهاجر من هجر ما نهى الله عنه (رواه البخاري)
Artinya: Dan orang yang berhijrah adalah orang yang telah meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah. (HR. Imam Al-Bukhari)
Wasiat Rasulullah di atas, sejalan dengan apa yang telah Allah wajibkan dalam surah al-Muddatstsir ayat 5:
والرجز فاهجر
Artinya: Dan dari segala perbuatan dosa, maka hijrahlah (tinggalkanlah).
Sidang Jum’ah yang dirahmati Allah SWT
Memperkuat niat dan mengoptimalkan daya upaya untuk menaati segala perintah dan larangan Allah, inilah esensi dari kewajiban hijrah.
Semoga, pada awal tahun baru 1444 Hijriah ini, kita bisa mengintrospeksi diri atas segala langkah yang telah kita ayunkan pada tahun 1443 H yang lalu, untuk menjadi koreksi dan menjadikannya sebagai modal guna memperbaiki dan meningkatkan kualitas ketaatan, sehingga tidak menjadi orang yang merugi, apalagi celaka.
بارك الله لى و لكم فى القرآن الكريم, و نفعنى و إياكم بما فيه من الأيات و الذكر الحكيم, و تقبّل منى و منكم تلاوته, إنه هو السميع العليم.
أقول قولى هذا, وأستغفر الله لى ولكم ولسائر المسلمين من كلِ ذنب, فاستغفروا الله, إنه هو الغفور الرّحيم.
Wallahu A'lam.
Demikian khotbah Jumat Terbaru: Renungan Hidup Menyambut Tahun Baru Islam dan Bulan Muharram 1444 Hijriyah dilansir Ayobandung.com.***Nur Izzati (AyoIndonesia.com)
Share this article
Berikut teks khotbah Jumat singkat sambut tahun baru Islam 1 Muharram 1444 Hijriyah sebagai momen refleksi diri.