Khazanah

Mau Mulai Bisnis, Belajarlah Hal Ini dari Nabi Muhammad SAW !

Oleh: Redaksi Selasa 19 Jul 2022, 22:57 WIB
ilustrasi-berbisnis-xendit

AYOJAKARTA.COM—Sering bingung ketika hendak memutuskan berbisnis atau berdagang. Merasa ketakutan akan bayangan berbisnis, bagaimana kalau rugi, tidak laku, tertipu dan masih banyak lainnya.

Jangan takut, sesungguhnya kita bisa belajar dari teladan Nabi Muhammad SAW. Banyak tuntunan yang ditinggalkan Rasulullah termasuk ketika berbisnis atau berdagang. Nabi Muhammad pernah menjadi seorang pengusaha, bahkan mulai dari nol.

Baca Juga: Keutamaan dan Niat Puasa Muharram Lengkap dengan Lafal dan Terjemahan Bahasa Indonesia

Seperti dikutip dari buku Marketing Muhammad yang ditulis Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo dan dilansir Republika.co.id, Selasa (19/7/2022), kisah perjalanan Nabi Muhammad menjadi pengusaha, berawal dari menjadi agen bagi pengusaha kaya saat itu.

Ketika menjadi agen bagi para pengusaha kaya saat itu. Nabi Muhammad mendapat banyak pengetahuan mulai dari lokasi-lokasi perdagangan untuk membeli langsung dari penyuplai atau pemasok, dan juga tempat penjualan atau pasar-pasar di berbagai belahan wilayah Arab. Mulai dari utara, barat hingga daerah timur jazirah Arab.

Baca Juga: Spesifikasi dan Harga Xiaomi 12 Lite 5G yang Resmi Rilis, Hanya Butuh Waktu 13 Menit Buat Isi Daya Baterai

Dalam prosesnya ketika berinteraksi saat berdagang, Nabi Muhammad mengetahui secara rinci kebiasaan penduduk setempat. Alhasil Nabi SAW memahami bagaimana seharusnya melakukan proses perdagangan yang baik dan tepat.

Nabi Muhammad SAW mendasari proses perdagangannya dengan menjalin hubungan yang baik. Dampaknya, beliau SAW punya banyak jaringan untuk mendukung aktivitas perdagangannya.

Jujur adalah perilaku yang dipegang teguh oleh Rasulullah SAW. Tidak hanya dalam perdagangan, tetapi juga dalam kehidupan. Saib bin Ali Saib, yang menceritakan pengalaman berbisnis dengan Nabi Muhammad SAW, menyampaikan bahwa Nabi SAW selalu lurus dalam setiap perhitungan bisnisnya.

Baca Juga: Link Pendaftaran Sterilisasi Gratis Kucing Lokal 19-21 Juli di Jakarta, Klik Ini!

Selain itu, Rabi bin Badr, budak dari Thalhah bin Ubaidillah, juga pernah menjadi mitra bisnis Rasulullah SAW. Dia mengatakan Nabi SAW adalah mitra yang terbaik dan tidak pernah menipu. Di antara mereka pun tidak pernah berselisih.

Allah SWT berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang-piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan adil." (QS Al-Baqarah ayat 282)

Dalam bermuamalah tentu terdapat hubungan di antara kedua belah pihak. Salah satu dari kedua pihak memiliki kedudukan yang lebih tinggi. Hubungan ini misalnya berupa perusahaan dengan mitra bisnis, penyuplai, distributor, investor, pelanggan, maupun karyawannya.

Baca Juga: Pemerintah Izinkan Film dan Lagu Sebagai Jaminan Bank, Berikut 4 Poin Syaratnya

Sedangkan penulisan yang adil menunjukkan bahwa di dalam suatu perjanjian harus ada kejelasan tentang hak dan kewajiban di antara kedua belah pihak. Dasar dari perjanjian ini ialah kejujuran dan tidak ada pihak yang dirugikan. Dalam proses transaksi, Nabi SAW menekankan pada ketelitian dan rinci.

Semoga informasi terkait Nabi Muhammad ketika menjadi pengusaha dapat menginspirasi Anda untuk maju berbisnis. Jangan lupa niatkan untuk ibadah sekaligus mencari ridho Allah. ***

 

Reporter Redaksi
Editor Kiki Dian Sunarwati