Khazanah

Ini Dia 5 Tradisi Unik Idul Adha yang Hanya Ada di Indonesia

Oleh: Muhammad Imansyah Senin 17 Jun 2024, 13:47 WIB
Tradisi unik saat Idul Adha di Indonesia

AYOJAKARTA.COM - Bagi umat Islam, Idul Adha merupakan hari besar keagamaan yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya.

Bertepatan dengan musim haji, momen ini sangat tepat untuk menumbuhkan rasa kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama.

Idul Adha identik dengan ritual pengorbanan hewan seperti sapi, kambing, atau domba, yang dagingnya dibagikan kepada mereka yang kurang mampu.

Dikutip dari situs Indonesia Travel, berikut tradisi unik yang dilakukan saat perayaan Idul Adha di berbagai daerah di Indonesia:

1. Tradisi Apitan di Semarang

Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat! Berikut Jadwal Seleksi Mandiri di 6 PTN Tahun 2024 Ini

Di Semarang, tradisi Apitan merupakan perayaan rasa syukur atas nikmat pertanian yang dianugerahkan oleh Yang Maha Kuasa.

Ini melibatkan doa yang diikuti dengan prosesi hasil pertanian dan ternak, yang mana penduduk setempat berlomba-lomba untuk mengumpulkannya.

Secara historis dilakukan oleh Wali Songo sebagai ungkapan rasa syukur saat Idul Adha.

2. Tradisi Manten Sapi di Pasuruan

Pasuruan menganut tradisi Manten Sapi, di mana hewan kurban dihias layaknya calon pengantin.

Setiap hewan dihiasi dengan bunga tujuh warna, dibungkus dengan kain kafan, turban, dan sajadah.

Kain kafan melambangkan kesucian tindakan kurban.

Baca Juga: 5 Kejanggalan Kasus Vina-Eky Tuai Sorotan Tajam, Ada Aksi Abuse of Power dari Sosok Kunci Petinggi Polisi?

Setelah upacara pemberian pakaian, hewan-hewan yang dihias diarak ke masjid setempat untuk dikurbankan.

3. Tradisi Grebeg Gunungan di Yogyakarta

Yogyakarta merayakan tradisi Grebeg Gunungan, mirip dengan tradisi Apitan di Semarang.

Warga Muslim mengarak hasil pertanian dari halaman Keraton hingga Masjid Gede Kauman.

Parade ini terdiri dari tiga gunungan yang dihias dengan sayur-sayuran dan buah-buahan.

4. Tradisi Gamelan Sekaten di Cirebon

Baca Juga: Ini Dia Masalah yang Sering Muncul dalam Pernikahan Menurut Psikolog

Cirebon menjadi tuan rumah tradisi Gamelan Sekaten yang diyakini sebagai warisan dakwah Islam Sunan Gunung Jati.

Tradisi ini melibatkan suara ritmis orkestra Gamelan yang dimainkan pada hari raya Islam seperti Idul Fitri dan Idul Adha.

Gema Gamelan di sekitar Keraton Kasepuhan menandai perayaan kemenangan agama masyarakat.

5. Tradisi Meugang di Aceh

Di Aceh, ada tradisi Meugang yang melibatkan penjualan daging yang baru disembelih, biasanya daging sapi atau kerbau, untuk konsumsi komunal.

Berasal dari zaman kerajaan Aceh, di mana daging dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Meugang melambangkan rasa syukur atas kemakmuran Aceh dan tetap menjadi tradisi yang dijunjung tinggi pada hari-hari besar Islam.***

Baca Juga: Kasus Vina Cirebon Mulai Tunjukkan Titik Terang, Liga Akbar Sebut Dirinya Membuat BAP karena Bertemu dengan Iptu Rudiana Ayah Eky

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Imanudin Abdurohman