Khazanah

Hukum Mengqadha Puasa Ramadhan yang Disatukan dengan Puasa Syawal, Mana Lebih Utama?

Oleh: Fitri Nurjanah Senin 15 Apr 2024, 12:40 WIB
Ilustrasi Puasa Syawal

AYOJAKARTA.COM – Mengqadha puasa Ramadhan hukumnya wajib, karena puasa Ramadhan merupakan rukun Islam yang keempat.

Artinya puasa Ramadhan merupakan hal yang wajib dikerjakan seluruh umat muslim di bulan Ramadhan.

Sedangkan, puasa Syawal adalah puasa sunah yang memiliki keutamaan dan dianjurkan Rasulullah untuk dikerjakan umat muslim.

Puasa Syawal merupakan puasa yang dijalankan setelah Idul Fitri sebagai penyempurna ibadah di bulan Ramadhan.

Banyak yang bertanya-tanya, apakah puasa qadha Ramadhan boleh digabungkan dengan puasa Syawal?

Baca Juga: Perbandingan Kekuatan Militer Iran dan Israel, Siapa yang Lebih Unggul?

Hukum Menggabungkan Qadha Puasa Ramadhan dan Puasa Syawal

Dikutip ayojakarta.com dari uinsgd.ac.id pada Senin 15 April 2024, puasa enam hari di bulan Syawal memiliki pahala dan keutamaan seperti puasa satu tahun penuh.

Dalam sebuah Hadis, Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian menyempurnakannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun,” (HR. Muslim).

Baca Juga: Ucapan Idul Fitri Ala Anak Hukum, Unik dan Anti Mainstream!

Syekh Ali Jumah, menjelaskan boleh untuk menggabungkan niat puasa sunah Syawal dengan qadha puasa Ramadhan.

Karena orang yang berniat menggabungkan kedua puasa tersebut, maka akan mendapatkan pahala qadha Puasa Ramadhan dan puasa Syawal.

Perlu diketahui, mengqadha puasa Ramadhan merupakan mengganti kewajiban yang tertinggal di bulan Ramadhan.

Baca Juga: Bagaimana Hukum Berbagi Angpao Saat Lebaran? Masya Allah Ternyata Memiliki 3 Pahala Berikut Ini

Sedangkan, puasa sunah Syawal dilakukan sebagai bentuk syukur atas rahmat dan kasih sayang Allah SWT kepada umat muslim selama bulan Ramadhan.

Ada pendapat lain yang dituliskan dalam kitab I'anatut Thalibin Jilid II halaman 336, Syekh Bakar Syatha menjelaskan.

Hukum menggabungkan puasa qadha dan puasa sunah dibolehkan dan pendapat ini didukung para ulama lain seperti Syekh al-Kurdi, Syekh Khatib al-Syarbini dan Syekh al-Jamal al-Ramli.***

Reporter Fitri Nurjanah
Editor Fathul Amanah