Khazanah

Seberapa Penting Puasa 6 Hari di Bulan Syawal? Ketahui Keistimewaannya di Sini

Oleh: Karseno AJ Sabtu 13 Apr 2024, 19:02 WIB
Illustasi. Keistimewaan Puasa Syawal

AYOJAKARTA.COM - Setelah berlalunya bulan Ramadhan, umat muslim memiliki kesempatan untuk meningkatkan keimanan dengan melakukan Ibadah Puasa Syawal.

Puasa Syawal merupakan ibadah Sunnah yang dilakukan selama enam hari, dapat dilakukan secara berturut-turut ataupun acak atau selang-seling hari pelaksanaannya.

Terkadang, umat muslim justru lebih memilih untuk sekedar meng-qadha atau melengkapi jumlah puasa Ramadhan sehingga melewatkan kesempatan puasa Syawal.

Baca Juga: Hewan Peliharaan Bisa Ungkap Kepribadian Seseorang, Penyuka Kucing dan Reptil Ternyata Sosok...

Sebagaimana diketahui, orang-orang yang menjalankan puasa enam hari di bulan Syawal akan diberi keisitmewaan dengan limpahan pahala.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan tentang keistimewaan menjalankan puasa Syawal.

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh,”

Besarnya ganjaran puasa Syawal bagi yang melaksanakan, juga perlu dilandasi dengan pengetahuan tentang kaidah menjalankan puasa tersebut.

Sebagai salah satu bentuk kemudahan dalam beribadah yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya, Islam memberikan jalan keluar.

Langkah pertama untuk tetap dapat mendapatkan keistimewaan puasa Syawal adalah dengan terlebih dahulu menggenapi jumlah puasa Ramadhan yang kurang.

Baca Juga: Diduga Jadi Konseptor Dalam Kasus Jessica Wongso, Rismon Sianipar Ungkap Peran Penting Krishna Murti

Dengan terlebih dahulu menggenapkan jumlah bilangan puasa Ramadhan sebelum melakukan puasa enam hari, maka keistimewaan puasa Syawal tetap bisa diperoleh.

Pernyataan tersebut merupakan kalimat anjuran yang disampaikan oleh Imam Asy-Syarqawi dalam kitab At-Tahrir.

Berdasarkan kitab tersebut, Imam Asy-Syarqawi menyarankan agar umat muslim dapat menggenapkan jumlah bilangan puasa Ramadhan sebelum melakukan puasa Syawal.

Apabila jumlah bilangan puasa Ramadhan telah dipenuhi, dan umat muslim melanjutkannya dengan menjalankan puasa Syawal, maka keistimewaan berhasil diperoleh.

Adapun kalimat yang diucapkan sebelum mulai meng-qadha puasa Ramadhan adalah dengan membaca niat seperti berikut.

“Nawaitu shauma ghadin ;an qadha’I fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ ala, aku berniat untuk meng-qadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT,”

Baca Juga: Tes Kepribadian: Temukan Kepribadian seperti Apa yang Dikatakan oleh Bentuk Alis Kamu: Terus Bergerak Maju atau Selalu Sukses?

Langkah selanjutnya untuk mendapatkan keistimewaan puasa enam hari di bulan Syawal adalah dengan melanjutkan berpuasa Syawal.

Adapun bacaan niat menjalankan ibadah puasa Syawal enam hari bagi kaum muslim adalah sebagai berikut.

“Nawaitu shouma ghodin ‘an ada’i sunnatis Syawwali lillahi ta’ala, aku berniat puasa Syawal esok hari karena Allah SWT,”

Terkait dengan waktu pelaksanaan ibadah puasa Syawal, para Alim Ulama bersepakat dapat dilakukan secara acak atau berlainan waktu asalkan berjumlah enam hari.

Namun demikian, tidak sedikit pula para Alim Ulama yang menyarankan agar puasa Syawal dilakukan secara beruturut-turut, Allah Maha Mengetahui. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Jinan Vania Barizky