Khazanah

Jalani Puasa Syawal Tidak Berurutan Bagaimana Hukumnya? Simak Penjelasannya di Sini

Oleh: Nisrina Harum Lestari Sabtu 13 Apr 2024, 18:25 WIB
Ilustrasi puasa Syawal.

AYOJAKARTA.COM – Umat muslim di seluruh dunia telah selesai menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama sebulan penuh.

Setelah menjalankan puasa Ramadhan, ada puasa lainnya yang disunnahkan untuk dilakukan oleh umat muslim yaitu puasa Syawal.

Puasa sunnah di bulan Syawal dilakukan selama enam hari.

Lalu apakah boleh puasa Syawal dilakukan tidak berurutan?

Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Yufid.TV - Pengajian & Ceramah Islam, dari sahabat Abu Ayyub Al Anshari Nabi Muhammad SAW pernah bersabda yang artinya sebagai berikut:

“Siapa yang melakukan puasa Ramadhan lalu diikuti puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia mendapatkan pahala puasa satu tahun.” (HR. Ahmad dan Muslim).

Baca Juga: Puasa Syawal: Keutamaan dan Waktu Pelaksanaan Simak Selengkapnya di Sini

Hadist diatas menjadi pedoman sunnahnya puasa Syawal.

Selain itu, hadist tersebut juga menjadi jawaban pertanyaan mengenai waktu menjalankan puasa Syawal.

Tidak ada penjelasan yang mengharuskan puasa Syawal dilakukan secara berturut-turut.

Maka dari itu, bisa disimpulkan bahwa umat muslim boleh melakukan puasa Syawal secara tidak berurutan.

Meski begitu, umat muslim juga diperbolehkan untuk melakukan puasa sunnah Syawal secara urut.

Dalam kitab Al-Mughni, Imam Ibnu Qudamah menjelaskan yang berbunyi sebagai berikut:

“Tidak ada perbedaan antara melakukan puasa Syawal secara berurutan maupun terpisah-pisah, di awal bulan Syawal atau di akhir bulan. Karena redaksi hadis berkaitan hal ini sifatnya mutlak tanpa ada pembatasan (tidak ada keterangan puasa Syawal harus dilakukan berturut-turut).”

Baca Juga: Bolehkah Puasa Syawal Digabungkan dengan Senin Kamis? Simak Penjelasannya Menurut Ulama

“Menyambung puasa Ramadhan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, memiliki keutamaan pahala puasa setahun penuh, karena bila dijumlahkan akan berjumpa 36 hari puasa. Sementara satu amal shaleh pahalanya dilipatkan menjadi sepuluh kali lipat. Sehingga ketemulah jumlah pahala puasa selama 360 hari (jumlah hari dalam satu tahun).”

Demikian informasi mengenai hukum puasa Syawal boleh dilakukan tidak berurutan.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Tedi Rukmana