AYOJAKARTA.COM – Puasa Syawal merupakan puasa sunnah yang dilakukan setelah hari raya Idul Fitri.
Puasa ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW dan sebagai salah satu penyempurna ibadah di bulan Ramadhan.
Rasulullah SAW bersabda:
Baca Juga: 2 Jurusan Kuliah Sepi Peminat Jalur SNBT di Universitas Airlangga
“Siapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian diiringi dengan puasa enam hari di bulan Syawal maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun,” (HR. Muslim No 1164).
Meskipun merupakan puasa sunnah, namun puasa Syawal memiliki keutamaan bagi umat muslim yang menjalankannya.
Lantas apa keistimewaan puasa Syawal?
Keutamaan dan Keistimewaan Puasa Syawal
Dikutip dari um-surabaya.ac.id, puasa Syawal memiliki keutamaan yang sangat istimewa salah satunya akan dijauhkan dari api neraka.
Diriwayatkan oleh Abu Sa'id al-Khudri r.a:
“Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa berpuasa pada suatu hari di jalan Allah, maka akan menjauhkannya dari api neraka selama 70 tahun,” (HR. Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa'i, Ahmad, ad Darimi, dan Ibnu Majah).
Selain itu, puasa enam hari di bulan Syawal memiliki keutamaan pahala puasa selama satu tahun penuh. Dalam hadist yang diriwayatkan Ibnu Majah:
“Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. Barangsiapa yang berbuat kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan misalnya,” (HR. Ibnu Majah).
Baca Juga: Tes Penglihatan: Ingin Menguji Kejelian Mata? Coba Temukan Timun di Gambar Makanan Ini
Keutamaan itulah yang akan diterima oleh umat muslim, jika menjalankan puasa enam hari di bulan Syawal.
Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal
Dilansir dari baznas.go.id, puasa Syawal dapat dilakukan setelah hari raya Idul Fitri, atau lebih tepatnya tanggal 2 dibulan Syawal dalam penanggalan Hijriah.
Namun, banyak yang bertanya-tanya kapan waktu yang tepat untuk menjalankan puasa Syawal.
Perlu di ketahui, puasa Syawal dilakukan sebanyak enam hari. Waktu ideal untuk menjalankan puasa ini yaitu tanggal 2 hingga 7 Syawal.
Meski begitu, Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami dalam Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj menjelaskan bahwa puasa Syawal dapat dipisah.
Artinya puasa Syawal dapat dilakukan tidak berurutan, dan dapat dilakukan dengan memilih enam hari sesuai dengan waktu dan kesempatan yang dimiliki selama di bulan Syawal.
Demikian penjelasan keutamaan dan waktu mengerjakan puasa Syawal bagi umat muslim yang ingin menjalankannya.***

Share this article
puasa Syawal memiliki keutamaan yang sangat istimewa salah satunya akan dijauhkan dari api neraka, kapan waktu pelaksanaan?