Khazanah

Apakah Puasa Otomatis Batal Jika Tak Salat? Simak Penjelasan Menurut Perspektif Islam

Oleh: Iit Lita Apriani Selasa 02 Apr 2024, 20:15 WIB
Ilustrasi Salat

AYOJAKARTA.COM -- Dalam ajaran Islam, menjalankan salat dan berpuasa di bulan Ramadhan merupakan dua kewajiban yang amat penting bagi umat muslim.

Namun, bagaimana jika seseorang berpuasa namun meninggalkan salat?

Apakah puasanya otomatis batal?

Pertanyaan ini menjadi relevan bagi yang mungkin menghadapi situasi tersebut.

Baca Juga: Lebih Suka Buka Puasa dengan Air Es atau Hangat, Mana yang Lebih Sehat? Simak Jawabannya di Sini!

Penting untuk memperhatikan alasan di balik meninggalkan salat sebagai kewajiban agama.

Apakah alasannya karena mengingkari kewajiban salat atau karena kecenderungan malas?

Berikut informasi yang dikutip Ayojakarta.com dari laman resmi NU Online, Selasa (02/04/2024).

Dalam Islam, alasan di balik tindakan tersebut memiliki konsekuensi berbeda.

Baca Juga: Hukum Puasa Tanpa Makan Sahur, Apakah Sah atau Tidak? Ini Jawabannya

Hasan bin Ahmad al-Kaf menyatakan bahwa ada dua kondisi bagi orang yang meninggalkan salat yaitu karena mengingkari kewajiban atau malas.

Bagi orang yang masuk dalam kategori pertama yaitu meninggalkan salat karena mengingkari kewajiban, ia dihukumi murtad atau keluar dari agama Islam.

Sementara bagi yang meninggalkan karena malas meski tetap dikategorikan sebagai uslim, salat yang ditinggalkan tersebut membuat pahala puasa berkurang.

Meski begitu, puasa yang dilakukan orang yang meninggalkan salat karena malas atau kesibukan tetap sah menurut pandangan fiqih.

Baca Juga: Hukum Puasa bagi Sopir Bus Antarkota, Antara Kewajiban dan Keringanan

Namun, nilai dan pahala puasanya akan berkurang.

Dalam Kitab Taqriratus Sadidah, pembatalan puasa juga dibagi menjadi dua kategori.

Pertama, pembatalan yang merusak pahala puasa namun tidak membatalkan puasa itu sendiri.

Kedua, pembatalan yang membatalkan puasa dan merusak pahala.

Baca Juga: Tips Mengatasi 'Bau Naga' Saat Puasa Ramadhan, Ngobrol Lebih Percaya Diri

Dengan demikian pada bulan Ramadhan, selain menjalankan kewajiban seperti puasa dan salat, hendaknya umat Islam juga menjalankan berbagai ibadah sunah seperti salat tarawih, salat malam, zikir dan membaca Alquran.

Nilai ibadah yang dilakukan pada bulan Ramadhan jauh lebih besar dibandingkan dengan bulan lainnya karena pahala yang diperoleh akan dilipatgandakan.

Dengan demikian, bulan Ramadhan hendaknya menjadi momen spiritual bagi umat Islam untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah dan memperbanyak ibadah sebagai bentuk rasa syukur dan pengabdian.***

Reporter Iit Lita Apriani
Editor Fathul Amanah