Khazanah

Hukum Sikat Gigi Pakai Odol Saat Puasa Ramadhan, Begini Penjelasan Buya Yahya

Oleh: Nisrina Harum Lestari Jumat 15 Mar 2024, 15:33 WIB
Buya Yahya soal hukum menyikat gigi dengan odol

AYOJAKARTA.COM – Ketika menjalankan puasa Ramadhan, kita tidak akan mengkonsumsi makanan dan minuman dalam waktu yang cukup lama.

Karena tidak mengkonsumsi apapun dalam waktu lama, mulut akan terasa bau dan banyak orang yang tidak betah.

Ada sebagian orang yang ketika puasa Ramadhan jadi lebih sering berkumur untuk menghilangkan bau mulut.

Baca Juga: Bantuan Tunai Rp600.000 dan Bansos Beras 10 kg Sudah Cair, Segera Ambil di Kantor PT Pos Indonesia Sebelum Tanggal Ini!

Bahkan, ada juga yang memilih untuk menyikat gigi dengan odol untuk menghilangkan nafas atau bau mulut yang mengganggu.

Lalu bagaimana hukum sikat gigi dengan odol saat puasa Ramadhan?

Mengenai hal tersebut, pendakwah Yahya Zainul Ma’arif Jamzuri atau Buya Yahya pernah memberikan penjelasan.

Buya Yahya mengatakan bahwa salah satu hal yang dapat membatalkan puasa adalah memasukan sesuatu ke dalam mulut.

Akan tetapi, menyikat gigi dengan odol saat puasa Ramadhan tidak akan membatalkan puasa seseorang.

“Hal yang membatalkan puasa yang pertama memasukkan sesuatu ke lobang mulut. Kalau seandainya orang sikat gigi, jangankan kok sebelum imsak, setelah imsak siang begini kok sikat gigi sama pakai odol itu enggak batal puasa. Asalkan sikat gigi sama odolnya jangan ditelan. Kalau ditelan jadi batal,” kata Buya Yahya dikutip dari kanal YouTube Al-Farabi Channel pada Jumat (15/3/2024).

Baca Juga: Pemerintah Nyatakan Gubernur Jakarta Dipilih Rayat, Siap-siap Pilgub Jakarta Segera Tiba

Kemudian, Buya Yahya menegaskan bahwa hukum sikat gigi dengan odol saat puasa adalah makruh.

“Cuma (hukumnya) makruh kalau ada sesuatu yang kayak rasa-rasa. Pokoknya makruh masukan selain untuk wudhu dan berkumur untuk wudhu. Maka makruh. Asalkan tidak ditelan tidak batal,” tegasnya.

Meski tidak membatalkan puasa, Buya Yahya mengingatkan agar seseorang berkumur sampai bersih agar tidak ada rasa odol yang tersisa di dalam mulut.

“Nah kalau anda merasakan sesuatu berarti ada barangnya dong, berarti masih ada. Kalau ada rasanya, anda berkumur lagi sampai hilang rasa itu. Bukan perasaannya, tapi rasa,” tutupnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Jinan Vania Barizky