Khazanah

7 Tradisi Unik dan Menarik Sambut Bulan Ramadhan di Indonesia, Apa Saja?

Oleh: Dhiajeng Ayu Utri Agustin Senin 12 Feb 2024, 11:44 WIB
Ilustrasi Bulan Ramadhan

AYOJAKARTA.COM -- Bulan Ramadhan sebentar lagi akan datang, apa saja tradisi unik dan menarik yang ada di Indonesia dalam menyambut bulan suci?

Jelang Ramadhan, bergam tradisi digelar di berbagai daerah di Indonesia.

Tradisi ini biasanya dilakukan sebagai ungkapan rasa suka cita atas datangnya bulan penuh berkah.

Tak hanya unik dan menarik, namun beberapa tradisi menyambut Ramadhan juga memiliki makna mendalam.

Lantas, apa saja tradisi unik dan menarik dalam menyambut Ramadhan?

Baca Juga: 12 Rekomendasi Wisata Kuliner Solo Murah, Makanan Khas Tradisi Jawa yang Unik

Dikutip ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV pada Senin (12/2/2024), berikut tujuh tradisi unik dan menarik dalam menyambut Ramadhan.

1. Padusan

Tradisi unik dan menarik di Indonesia dalam menyambut Ramadhan yang pertama yaitu Padusan di Jawa Tengah.

Berasal dari kata adus yang memiliki arti mandi, tradisi padusan merupakan kegiatan mandi dengan niat membersihkan diri sebelum datangnya Ramadhan.

Padusan ini biasanya dilakukan masyarakat Jawa Tengah di tempat-tempat seperti pantai, sungai maupun sendang.

Baca Juga: 5 Tradisi Unik dan Menarik Perayaan Imlek di Indonesia, Ada yang Bagi-bagi Angpao loh

2. Megengan

Tradisi unik dan menarik di Indonesia dalam menyambut Ramadhan yang kedua yaitu Megengan yang ada di Jawa Timur.

Ini merupakan sebuah tradisi menyambut Ramadhan dengan melakukan kegiatan memakan kue apem sebagai bentuk menyucikan diri.

Tidak hanya itu, biasanya masyarakat juga akan melakukan tahlilan untuk mendoakan kerabat yang telah tiada.

Baca Juga: Tradisi Perayaan Natal di Palestina yang Unik dan Penuh Makna

3. Malamang

Tradisi unik dan menarik di Indonesia dalam menyambut Ramadhan selanjutnya yaitu Malamang di Sumatera Barat.

Malamang merupakan sebuah tradisi yang dilakukan dengan menghidangkan lemang yang terbuat dari beras ketan merah atau beras ketan hitam.

Dalam proses pembuatan lemang ini biasanya dikerjakan banyak orang bersama-sama.

Baca Juga: Mengenal Cowongan Boneka ‘Terbang’ yang Digunakan Masyarakat Banyumas untuk Tradisi Memanggil Hujan

4. Munggahan

Salah satu tradisi unik dan menarik dalam menyambut datangnya Ramadhan di Indonesia yaitu Munggahan di Jawa Barat.

Masyarakat Sunda di Jawa Barat biasanya memanfaatkan momen seminggu sebelum Ramadhan untuk berkumpul dengan keluarga, teman ataupun rekan kerja.

Dalam tradisi Munggahan, ada satu momen saling meminta maaf satu sama lain dalam rangka mempersiapkan diri menjelang Ramadhan.

Baca Juga: Anies Baswedan Kunjungi Padang Pariaman dan Ikuti Tradisi Makan Bajamba, Apa Itu?

5. Dugderan

Dugderan di Semarang menjadi salah satu tradisi unik dan menarik yang ada di Indonesia dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.

Ini merupakan tradisi yang dulunya digunakan untuk penentuan dan pengumuman awal puasa di bulan Ramadhan.

Namun, tradisi dugderan ini sudah menjadi semacam pesta rakyat yang diisi dengan berbagai pertunjukkan tari, arak-arak dan penabuh bedug.

Baca Juga: Primbon Jawa: Lesung Pipi dan 4 Karakter Berdasarkan Tradisi, Termasuk Sifat Pelit

6. Megibung

Salah satu tradisi yag unik dan menarik dalam menyambut Ramadhan yaitu Megibung.

Tradisi ini dilakukan masyarakat muslim di Karangasem Bali dalam rangka menyambut Ramadhan.

Megibung menjadi tradisi makan bersama dalam satu jamuan yang diselingi dengan obrolan ringan.

Baca Juga: Kunjungi Banyumas, Anies-Cak Imin Ikut Serta Tradisi Kelompencapir, Apa Itu?

7. Meugang

Tradisi unik dan menarik di Indonesia yang terakhir dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan yaitu Meugang di Aceh.

Ini merupakan sebuah tradisi memasak daging dan menikmatinya bersama dengan orang terdekat dan yatim piatu.

Masyarakat setempat percaya bahwa kebaikan yang didapat selama 11 bulan sebelum Ramadhan patut disyukuri dengan cara menggelar tradisi Meugang.

Demikian tujuh tradisi unik dan menarik di Indonesia dalam rangka menyambut Ramadhan, semoga bermanfaat.***

Reporter Dhiajeng Ayu Utri Agustin
Editor Fathul Amanah