AYOJAKARTA.COM - Di Palestina, perayaan Natal memiliki tradisi unik dan penuh makna yang berbeda dari tempat lain.
Meski tahun ini perayaan Natal berada di bawah bayang-bayang konflik dengan Israel, semangat Natal tetap dirayakan dengan kesederhanaan oleh masyarakat Palestina.
Salah satu ritual Natal terpenting di Palestina adalah prosesi patriark dari Yerusalem.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Wisata Natal dan Tahun Baru di Jakarta, Dijamin Menyenangkan!
Prosesi ini dilakukan pada 24 Desember untuk Katolik Roma dan 6 Januari untuk Ortodoks.
Rute prosesi yang ditetapkan sejak era Ottoman dan mandat Inggris kini menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi.
Patriark disambut dari Yerusalem di Betlehem dan kemudian berjalan melalui jalan-jalan kota tua Betlehem hingga mencapai Gereja Kelahiran, tempat doa diadakan.
Pihak berwenang Israel dan polisi Palestina mengawal prosesi, tergantung pada wilayah yang dilalui.
Kedatangan prosesi dirayakan dengan meriah, disambut oleh berbagai kelompok pramuka dan band musik dari seluruh Palestina.
Orang-orang keluar rumah untuk berjalan-jalan di kota dan menyaksikan semangat Natal.
Misa Tengah Malam
Setelah prosesi mencapai gereja, doa dimulai pada pukul 5 sore waktu setempat dan berlangsung hingga tengah malam, dengan misa tengah malam disiarkan ke seluruh dunia.
The Manger Square di Betlehem biasanya dihiasi dengan pohon Natal yang besar dan diadakan berbagai pertunjukan. Namun, tahun ini tidak ada pohon Natal di Alun-Alun Palungan.
Sebagai gantinya, masyarakat setempat membuat kandang Natal yang terbuat dari puing-puing sebagai tanda apa yang terjadi di Gaza.
Baca Juga: Rapper Macklemore Orasi di Demo Pro Palestina: Saya Tidak Takut Menyuarakan Kebenaran!
Tradisi Belanja dan Silaturahmi
Tradisi belanja Natal juga masih hidup di Palestina, meskipun tak seramai saat belum terjadinya konflik.
Natal juga adalah waktu berkumpul keluarga, dan silaturahmi dengan keluarga besar dan tetangga.
Setelah berkumpul, kunjungan ke rumah-rumah para sahabat pun dilakukan. Biasanya mereka menikmati makanan spesial seperti pesta nasi dan daging. Selain itu terdapat kue-kue buatan sendiri dan makanan khas seperti ka'ek atau ma'amoul.
Meski diwarnai tantangan dan suasana yang berbeda, semangat Natal tetap hidup di Palestina. Tradisi yang unik dan penuh makna ini menjadi simbol ketahanan dan harapan mereka.

Share this article
Perayaan Natal di Palestina: Prosesi patriark, Misa Tengah Malam yang meriah, tradisi belanja, dan silaturahmi penuh makna.