Khazanah

Apa Hukum dan Tuntunan Shalat Sunnah 27 Rajab 2024? Begini Penjelasan Buya Yahya

Oleh: Sarwendah Rabu 07 Feb 2024, 18:23 WIB
Buya Yahya soal shalat sunnah Rajab

AYOJAKARTA.COM – Apakah ada hukum dan tuntunan shalat sunnah Rajab? Begini pendapat Buya Yahya.

27 Rajab diketahui jatuh pada tanggal 8 Februari 2024 tepat pada peringatan isra miraj 1445 H.

Terdapat banyak isu tentang amalan-amalan 27 rajab terutama shalat sunnah rajab.

Buya Yahya menjelaskan mengenai ibadah shalat sunnah 27 Rajab atau pada malam Isra mi'raj.

Baca Juga: Tetap Kerja pada Hari Pencoblosan 14 Februari 2024, Pekerja Berhak Mendapat Uang Lembur! Begini Cara Hitungnya

Dilansir AyoJakarta.com dari YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah 22 Februari 2019.

Dalam video dijelaskan tentang istigfar dan shalat sunnah rajab lengkap dengan tuntunannya.

Dalam menjawab hal tersebut, Buya Yahya menjelaskan bahwa perbedaan pendapat di kalangan ulama.

Buya Yahya menyampaikan bahwa dalam masalah ini, ulama memiliki pandangan yang beragam.

“Beberapa teman share melalui media sosial tentang amalan shalat sunnah pada bulan Rajab,” ujar Buya Yahya.

“Apalagi dengan merujuk kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam,” lanjutnya.

Namun, Buya Yahya menegaskan bahwa dalam hal ini, para ulama memiliki perbedaan pendapat.

Menurutnya, Imam Al Ghazali telah menyampaikan pandangannya dengan amalan khusus bulan rajab.

Namun Imam Nawawi juga menjelaskan bahwa tidak ada riwayat yang shahih dari nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Daftar Formasi Jabatan CPNS 2024 untuk Lulusan SMA, Ada dari Kementerian Perhubungan hingga Kemendikbud!

Buya Yahya menyarankan agar umat Islam lebih memfokuskan diri pada amalan yang sudah jelas.

Salah satu amalan yang disarankan adalah meningkatkan shalat malam tanpa diniatkan untuk amalan malam rajab.

“Kita pilihkan yang lebih tepat, yang sudah pasti meningkatkan shalat malam sampai seribu rakaat gapapa,” ujar Buya Yahya.

Buya Yahya juga menekankan pentingnya untuk tidak share yang tidak berdasar sunnah Nabi Muhammad SAW.

Dan Buya Yahya juga menegaskan boleh melaksanakan ibadah tanpa menjela

Lebih lanjut, Buya Yahya mengingatkan bahwa dalam menyebarkan amalan-amalan, perlu hati-hati dan kritis.

“Tetapi para ulama besar hanya mengkritisi bukan mencaci maki dan menjelaskan apa yang disampaikan Al-Ghazali tidak ditemukan di perpustakaan kami,” ujar Buya Yahya.

“Mereka punya adab, tidak langsung mengatakan imam Ghazali ahli bid'ah seperti akhir zaman ini, ente ini siapa?,” ujar Buya Yahya.***

Reporter Sarwendah
Editor Jinan Vania Barizky