Khazanah

5 Penyebab Utama Ibadah Puasa Ramadhan Gagal Menjadi Pintu Kebaikan, Tetapi Justru Beban dan Sumber Penderitaan

Oleh: Karseno AJ Rabu 12 Mar 2025, 17:09 WIB
Ilustrasi puasa.

AYOJAKARTA.COM – Termasuk salah satu ibadah tertua dalam peradaban dunia, puasa Ramadhan atau shaum lainnya dipercaya memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh.

Selain melatih kecerdasan emosional dan intelektual, menjalankan ibadah puasa Ramadhan juga terbukti dapat meningkatkan kecerdasan spiritual dan sosial.

Karena berbagai dampak positifnya, dunia kedokteran modern bahkan menjadikan puasa sebagai metode pengobatan, baik untuk pemulihan fisik maupun mental.

Fakta bahwa tubuh mengalami keterbatasan asupan nutrisi tertentu saat puasa sehingga harus beradaptasi untuk bertahan, menjadi prinsip dasar dalam memahami manfaat puasa.

Namun, meskipun terbukti membawa banyak manfaat, puasa bisa menjadi bumerang jika dilakukan dengan cara yang keliru. Bukan karena ibadah puasa itu sendiri tidak baik bagi tubuh, melainkan karena kesalahan manusia dalam memahami dan menjalankannya.

Agar puasa Ramadhan benar-benar membawa kebaikan, berikut lima kesalahan yang justru bisa menjadikannya sebagai sumber penderitaan:

Baca Juga: Warung Makan Boleh Buka di Bulan Ramadhan, untuk Golongan yang Diperbolehkan Tidak Berpuasa

1. Kurang Minum Air

Dehidrasi adalah salah satu penyebab utama tubuh terasa lemas saat berpuasa. Puasa bukan berarti mengabaikan kebutuhan cairan tubuh. Oleh karena itu, pastikan asupan air tercukupi di waktu sahur dan berbuka.

Agar tubuh tetap segar dan tidak kekurangan cairan, perbanyak konsumsi air putih saat sahur dan berbuka. Warna urine bisa menjadi indikator kecukupan cairan—semakin bening, semakin baik.

Baca Juga: Satu Malam, Satu Witir! Penjelasan Lengkap Buya Yahya tentang Salat Malam di Bulan Ramadhan

2. Makan Berlebihan Saat Berbuka

Salah satu kesalahan umum adalah langsung mengonsumsi makanan dan minuman dalam jumlah berlebihan saat berbuka. Hal ini dapat memicu refeeding syndrome, yakni kondisi ketika tubuh mengalami gangguan akibat perubahan pola makan secara mendadak.

Efeknya bisa berupa kembung, perut begah, lonjakan gula darah (sugar rush), penurunan energi drastis setelahnya (sugar crash), hingga sesak napas.

Baca Juga: Alhamdulillah! Sambungan Listrik Gratis Diberikan pada 2.597 Keluarga Prasejahtera di Bulan Ramadhan 2025

3. Melewatkan Sahur

Sahur berperan penting dalam menjaga stamina sepanjang hari. Tidak makan sahur dapat menyebabkan tubuh kekurangan energi dan sulit berkonsentrasi. Oleh karena itu, pastikan untuk mengonsumsi makanan bernutrisi seimbang saat sahur agar tetap bugar selama berpuasa.

Baca Juga: Menu Takjil Favorit Setiap Buka Puasa, Begini Makna Tersembunyi dari Kuliner Ramadhan Kolak

4. Kurang Istirahat

Tidur yang cukup sangat penting agar tubuh tetap bertenaga selama berpuasa. Kurang tidur dapat menyebabkan tubuh lemas, sulit fokus, bahkan menurunkan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, atur pola tidur dengan baik agar tubuh tetap prima.

Baca Juga: Hari Ketujuh Ramadhan Bantuan Rp500.000 Cair! Benarkah Ada Anggaran Total 50 T untuk THR Idul Fitri?

5. Kurang Bergerak

Banyak orang menganggap puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Padahal, kurang bergerak justru membuat tubuh semakin lemas. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau peregangan dapat membantu tubuh tetap bugar dan metabolisme tetap berjalan dengan baik.

Puasa Ramadhan adalah momen untuk melatih kesadaran diri dan mencapai keseimbangan hidup. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, ibadah puasa dapat menjadi pintu menuju kesehatan dan kebahagiaan, bukan beban atau sumber penderitaan.***

Reporter Karseno AJ
Editor Tedi Rukmana