AYOJAKARTA.COM — Di bulan Ramadan, ada kalanya umat Islam sengaja atau nggak sengaja menunda mandi junub sampai waktu Subuh tiba.
Entah karena cuaca dingin, ketiduran, atau alasan lain, akhirnya baru mandi setelah azan Subuh berkumandang.
Tapi, pertanyaannya, apakah puasa tetap sah meskipun belum mandi wajib sebelum Subuh?
Menurut para ulama, puasa tetap sah meskipun seseorang belum mandi wajib hingga Subuh. Hal ini berdasarkan dalil dari hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim.
Baca Juga: Buya Yahya Ungkap 9 Golongan yang Tak Wajib Puasa, Rahasia Kemudahan Syariat yang Jarang Dibahas
Dalam hadis tersebut, disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah mengalami junub di waktu Subuh karena hubungan suami istri, kemudian beliau mandi setelah Subuh dan tetap melanjutkan puasanya tanpa mengqada (mengganti) puasa tersebut.
Pendapat ini juga diperkuat oleh Syaikh Wahbah Al-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu.
Beliau menjelaskan bahwa jika seseorang masih dalam keadaan junub atau seorang wanita yang suci dari haid sebelum fajar tetapi belum sempat mandi hingga Subuh, maka puasanya tetap sah dan tidak perlu mengulanginya.
Namun, meskipun dibolehkan, yang lebih utama adalah mandi wajib sebelum waktu Subuh agar kita bisa memulai puasa dalam keadaan suci dari hadas besar.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa 9 Ramadan 1446 H di Wilayah Kota Jakarta, Kepulauan Seribu dan Sekitarnya
Dengan begitu, bisa lebih tenang dalam menjalankan ibadah puasa, termasuk melaksanakan salat Subuh tepat waktu tanpa harus tergesa-gesa mandi terlebih dahulu.***