AYOJAKARTA.COM - Dalam ceramah yang disampaikan oleh Buya Yahya, beliau menjelaskan dengan rinci tentang sembilan golongan yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa Ramadhan.
Tujuan dari pembahasan ini sebagaimana diungkapkan Buya Yahya adalah "Agar kita tidak mewajibkan kepada orang yang tidak wajib sehingga kita tidak seudon.
Oh dia tidak berpuasa, oh karena dia ada uzur. Jadi kita gak seudon sama orang, jangan dakwah kita salah.
Tujuan dari pembahasan ini sebagaimana diungkapkan Buya Yahya adalah "Agar kita tidak mewajibkan kepada orang yang tidak wajib sehingga kita tidak seudon.
Oh dia tidak berpuasa, oh karena dia ada uzur. Jadi kita gak seudon sama orang, jangan dakwah kita salah.
Amar ma'ruf nahi munkar salah, marah-marah sama orang, tahunya apa? Dia enggak wajib puasa."
Pemahaman tentang siapa saja yang mendapat keringanan ini sangat penting agar kita tidak salah dalam bersikap terhadap orang yang tidak berpuasa karena mereka memiliki alasan yang dibenarkan secara syariat.
Buya Yahya menyebutkan sembilan golongan yang tidak wajib berpuasa dengan penjelasan yang mendalam.
Pertama, anak kecil yang belum baligh. Buya menerangkan, "Anak kecil, anak yang belum baligh dia tidak wajib puasa.
Anak yang sudah baligh, anak sudah dewasa ditandai dengan kalau anak laki-laki ditandai keluar mani di umur 9 tahun.
Jika 9 tahun tidak keluar mani, ditunggu sampai usia 15 tahun."
Pemahaman tentang siapa saja yang mendapat keringanan ini sangat penting agar kita tidak salah dalam bersikap terhadap orang yang tidak berpuasa karena mereka memiliki alasan yang dibenarkan secara syariat.
Buya Yahya menyebutkan sembilan golongan yang tidak wajib berpuasa dengan penjelasan yang mendalam.
Pertama, anak kecil yang belum baligh. Buya menerangkan, "Anak kecil, anak yang belum baligh dia tidak wajib puasa.
Anak yang sudah baligh, anak sudah dewasa ditandai dengan kalau anak laki-laki ditandai keluar mani di umur 9 tahun.
Jika 9 tahun tidak keluar mani, ditunggu sampai usia 15 tahun."
Namun Buya Yahya menekankan bahwa meskipun tidak wajib, orangtua tetap harus mengajari anak untuk berpuasa: "Biarpun anak kecil kita umur 7 tahun belum wajib puasa, tapi kita wajib mengajari anak kita untuk berpuasa."
Baca Juga: Gamers Wajib Tahu! Aplikasi Discord yang Bisa Buat Interaksi dan Mabar, Begini Cara Buatnya
Beliau menyarankan metode 'puasa beduk' untuk anak-anak, di mana mereka berpuasa mulai dari beberapa jam saja dan ditingkatkan secara bertahap.
Kedua, orang gila, yang menurut Buya Yahya "tidak wajib puasa, sudah tidak wajib, enggak dosa lagi."
Ketiga dan keempat adalah orang sakit dan orang tua.
"Orang sakit, sakit seperti apa? Itu sakit yang memberatkan baginya untuk puasa menurut siapa?
Menurut dokter muslim yang bisa dipercaya sama menurut pengalaman dirinya sendiri," pungkasnya.
Untuk orang tua, beliau menegaskan, "Orang sudah tua dan kalau kita melihat beliau kalau berpuasa itu berat, sampaikan ke beliau, 'Mbah enggak usah puasa, diganti zikir saja, nanti diganti dengan satu fidyah. Fidyah satu 6,7 ons setiap hari puasa yang ditinggalkan.'"
Kelima dan keenam, perempuan haid dan nifas.
Kedua, orang gila, yang menurut Buya Yahya "tidak wajib puasa, sudah tidak wajib, enggak dosa lagi."
Ketiga dan keempat adalah orang sakit dan orang tua.
"Orang sakit, sakit seperti apa? Itu sakit yang memberatkan baginya untuk puasa menurut siapa?
Menurut dokter muslim yang bisa dipercaya sama menurut pengalaman dirinya sendiri," pungkasnya.
Untuk orang tua, beliau menegaskan, "Orang sudah tua dan kalau kita melihat beliau kalau berpuasa itu berat, sampaikan ke beliau, 'Mbah enggak usah puasa, diganti zikir saja, nanti diganti dengan satu fidyah. Fidyah satu 6,7 ons setiap hari puasa yang ditinggalkan.'"
Kelima dan keenam, perempuan haid dan nifas.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa 9 Ramadan 1446 H di Wilayah Kota Jakarta, Kepulauan Seribu dan Sekitarnya
Buya Yahya menekankan, "Ibu lagi haid tidak puasa, lagi nifas tidak puasa. Sudah jelas enggak usah dijelaskan. Ini kalau lagi haid haram berpuasa, bukan sekedar tidak boleh."
Ketujuh dan kedelapan, hamil dan menyusui. "Hamil berapa bulan pun hamilnya, kalau ada orang hamil setahun, setahun setengah, tetap dia boleh berbuka puasa," jelas Buya Yahya.
Beliau juga berbagi kisah menarik, "Ada ibu perempuan katanya shalehah, istrinya ustaz, lagi 45 tahun enggak pernah puasa Ramadan.
Gimana nih kisahnya? 45 tahun enggak pernah puasa Ramadan tapi gayanya shalehah, karena suaminya sayang, suruh hamil, nyusui 2 tahun, hamil lagi, nyusui 2 tahun, anaknya 12 kali."
Kesembilan, musafir atau orang yang bepergian.
Buya Yahya menjelaskan syaratnya, "Bepergian tujuannya adalah tidak kurang dari 84 KM, kemudian di samping itu dia harus sudah keluar dari rumahnya sebelum subuh."
Buya Yahya menekankan, "Ibu lagi haid tidak puasa, lagi nifas tidak puasa. Sudah jelas enggak usah dijelaskan. Ini kalau lagi haid haram berpuasa, bukan sekedar tidak boleh."
Ketujuh dan kedelapan, hamil dan menyusui. "Hamil berapa bulan pun hamilnya, kalau ada orang hamil setahun, setahun setengah, tetap dia boleh berbuka puasa," jelas Buya Yahya.
Beliau juga berbagi kisah menarik, "Ada ibu perempuan katanya shalehah, istrinya ustaz, lagi 45 tahun enggak pernah puasa Ramadan.
Gimana nih kisahnya? 45 tahun enggak pernah puasa Ramadan tapi gayanya shalehah, karena suaminya sayang, suruh hamil, nyusui 2 tahun, hamil lagi, nyusui 2 tahun, anaknya 12 kali."
Kesembilan, musafir atau orang yang bepergian.
Buya Yahya menjelaskan syaratnya, "Bepergian tujuannya adalah tidak kurang dari 84 KM, kemudian di samping itu dia harus sudah keluar dari rumahnya sebelum subuh."
Baca Juga: Tolak Penundaan Pengangkatan CPNS, Aksi Demonstrasi Digelar Besok! 3 Lokasi Ini Perlu Dihindari agar Tak Terjebak Macet
Beliau juga menyampaikan hadits dari Nabi Muhammad SAW tentang musafir yang memaksakan diri berpuasa: "Nabi berkata, 'la khaira fil birri' (tidak ada baiknya bagi orang yang berat berpuasa di perjalanan memaksakan diri berpuasa)."
Semua penjelasan Buya Yahya ini menunjukkan keindahan dan kemudahan syariat Islam yang selalu memperhatikan kondisi dan kemampuan umatnya.***
Beliau juga menyampaikan hadits dari Nabi Muhammad SAW tentang musafir yang memaksakan diri berpuasa: "Nabi berkata, 'la khaira fil birri' (tidak ada baiknya bagi orang yang berat berpuasa di perjalanan memaksakan diri berpuasa)."
Semua penjelasan Buya Yahya ini menunjukkan keindahan dan kemudahan syariat Islam yang selalu memperhatikan kondisi dan kemampuan umatnya.***

Share this article
Buya Yahya, beliau menjelaskan dengan rinci tentang sembilan golongan yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa Ramadhan.