AYOJAKARTA.COM - Kitab Suci Al Quran merupakan pedoman umat muslim dari Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad sebagai wahyu terakhir.
Kitab yang diturunkan untuk kita tersebut merupakan petunjuk dan pedoman untuk mejalankan hidup ini.
Banyak sekali keutamaan dan keberkahan dari ayat-ayat Al Quran tersebut bagi kita yang mengamalkannya.
Baca Juga: Rekomendasi Hp Gaming Rp2 Jutaan Spek Dewa RAM Besar dan Baterai Kuat Seharian
Tentunya hal ini akan berdampak jika dilakukan dengan istiqomah serta menjaga niat dan kebersihan hati dengan hanya mengharapkan ridho Allah SWT.
Salah satu ayat Al Quran yang banyak keutamaanya dan juga sudah diketahui luas oleh banyak orang ini diantaranya yaitu surat At Thalaq.
Biasa dikenal juga dengan ayat 1000 dinar yang merupakan isi dari bagian terakhir dari potongan ayat ke 2 dan ke 3 dalam surat At Thalaq.
Ajaibnya jika ditelusuri tentang riwayat ayat 1000 dinar yang begitu masyur ternyata dilatarbelakangi oleh sebuah kisah luar biasa.
Sejarah
Sejarah awal munculnya berita keistimewaan ayat ini yaitu bersumber dari kisah Nabi Khidir Alaihissalam yang kemudian banyak diamalkan hingga saat ini.
Ayat 1000 dinar ini dilatarbelakangi dari kisah seorang saudagar yang bermimpi bertemu dengan Nabi Khidir Alaihis Salam seperti dikutip ayojakarta.com dari laman people.utm
Mimpi tersebut ternyata terus berulang sampai sebanyak 3 kali secara berturut turut.
Kemudian dalam mimpinya tersebut Nabi Khidir mengajarkan agar bersedekah sebanyak 1000 dinar.
Setelah mendapati mimpi yang sama yang berulang tersebut kemudian seorang saudagar itu menjalankan amanah yang didapatinya tersebut.
Baca Juga: Terungkap! Alasan Pemerintah Tunda Pengangkatan CPNS 2024 hingga 6 Bulan Lamanya
Setelah mengamalkannya dikemudian hari kemudian saudagar tersebut kembali bertemu dengan Nabi Khidir dalam mimpinya.
Dalam mimpinya Nabi Khidir mengajarkannya untuk mengamalkan salah satu ayat dalam Al Quran yaitu Surat At Thalaq ayat 1 dan 2 yang disebut ayat 1000 dinar.
Yang isinya antara lain sebagai berikut:
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ ٢ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
"Wa man yattaqillaaha yaj'al lahuu makhrojan. Wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasibuWa man yatawakkal'alallaahi fahuwa hasbuhuu,Innallaaha baalighu amrihii,Qad ja'alallaahu likulli syai in qadran" (QS AT-THALAQ: 2-3)
Artinya: "Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak diduga. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Dia mencukupinya. Sesungguhnya Allah akan mencapai urusanNya, sesungguhnya Allah telah mengadakan bagi tiap-tiap sesuatu ketentuan."
Tanpa ragu saudagar itu pun lalu mengamalkan dan mengikuti apa yang ajaran oleh Nabi Khidir tersebut.
Kemudian pada suatu hari saudagar tersebut dikisahkan pergi untuk berdagang ke suatu tempat dengan perahu yang dinaiki.
Tanpa diduga terjadi sebuah musibah berupa badai angin topan yang menimpa perahunya.
Hingga kemudian seluruh penumpang meninggal kecuali hanya tersisa saudagar tersebut yang selamat terdampar di sebuah tepi pesisir pantai.
Beruntung, tidak hanya sekedar selamat dari bencana itu tapi barang- barang dagangan saudagar itu pun tidak ada yang rusak sedikitpun.
Saudagar tersebut akhirnya terus melanjutkan hidupnya di negeri yang baru dengan berdagang sekaligus juga mengamalkan ayat 1000 dinar yang diajarkan kepadanya itu.
Hingga akhirnya suatu hari dia diangkat sebagai raja di negeri tersebut .
Secara umum ayat 1000 dinar atau surat at Thalaq tersebut menjelaskan tentang keistimewaan bagi orang bertaqwa.
Barangsiapa yang berusaha dan menjaga sepenuh hati ketaqwaan dalam dirinya maka Allah lah yang akan memberikan keutamaan dan keberuntungan.
Banyak hikmah yang dapat diambil sebagai renungan agar kita menjadi insan yang lebih baik lagi dalam menjalani hidup ini.
Ayat 1000 dinar juga mengajarkan kita agar selalu menjaga keimanan serta ketaqwaan. ***