Khazanah

10 Hal yang Membatalkan Puasa Ramadan, Awas Nomor 4 Sering Terjadi

Oleh: Fajar Ari Wibowo Rabu 05 Mar 2025, 13:13 WIB
Ilustrasi puasa.

 
 
AYOJAKARTA.COM — Puasa Ramadan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat. 
 
Ibadah ini menuntut umat Islam untuk menahan diri dari makan, minum, dan berbagai hal lain yang membatalkan puasa Ramadan mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. 
 
Namun begitu, tidak semua kegiatan yang terjadi pada siang hari bulan Ramadan dapat membatalkan puasa. 
 
Berikut ini, kami rangkum beberapa hal yang dapat membatalkan puasa beserta penjelasan dari para ulama, serta beberapa hal yang tidak membatalkan puasa.
Baca Juga: Hukum Mandi Wajib Siang Hari saat Puasa, Apakah Boleh dan Tetap Sah?
 
Hal-Hal yang Membatalkan Puasa
 
1. Makan dan Minum dengan Sengaja
   
Para ulama menegaskan bahwa makan atau minum dengan sengaja merupakan pembatal puasa yang paling jelas. 
 
Jika seseorang dengan sadar memasukkan makanan atau minuman ke dalam mulut dan menelannya, puasanya batal.
 
2. Muntah dengan Sengaja 
   
Muntah yang dilakukan secara sengaja juga membatalkan puasa. Namun, jika muntah terjadi secara tidak disengaja, maka puasanya tetap sah. 
 
Hal ini ditegaskan oleh sebagian ulama bahwa niat dan kesengajaan sangat menentukan keabsahan puasa.
 
3. Haid dan Nifas  
   
Menurut ajaran Islam, wanita yang sedang mengalami haid atau nifas tidak diwajibkan untuk berpuasa. 
 
Para ulama sepakat bahwa jika wanita yang sedang haid atau nifas tetap berpuasa, maka puasanya tidak sah dan harus menggantinya di hari lain.
 
4. Berhubungan Seksual
   
Berhubungan seksual di siang hari Ramadan secara jelas membatalkan puasa. 
 
Para ulama menekankan bahwa tindakan ini tidak hanya membatalkan puasa, tetapi juga mewajibkan pelaku untuk melakukan kafarat (denda atau pengganti puasa) sebagai bentuk pertanggungjawaban.
 
5. Keluar Mani dengan Sengaja
   
Tindakan seperti masturbasi atau hal lain yang menyebabkan keluarnya mani secara sengaja juga dianggap membatalkan puasa. 
 
Ulama menjelaskan bahwa hal ini masuk dalam kategori pembatal karena merupakan perbuatan yang disengaja.
 
6. Murtad  
   
Keluar dari agama Islam (murtad) secara otomatis membatalkan puasa. Menurut ulama, perubahan status keimanan tersebut mengubah kewajiban ibadah seseorang.
 
7. Memasukkan Sesuatu ke dalam Tubuh Melalui Lubang Alami  
   
Hal-hal seperti merokok, menggunakan obat tetes hidung, atau memasukkan benda ke dalam telinga bisa membatalkan puasa, karena masuknya sesuatu ke dalam tubuh melalui mulut, hidung, atau lubang alami lainnya dianggap membatalkan puasa.
 
8. Hilang Akal atau Gila  
   
Orang yang kehilangan akal atau mengalami gangguan jiwa tidak diwajibkan untuk berpuasa. 
 
Jika orang tersebut berpuasa, menurut para ulama, puasanya tidak sah karena keadaan mentalnya tidak memungkinkan untuk menunaikan ibadah secara sempurna.
 
9. Pingsan Sepanjang Hari  
   
Jika seseorang pingsan dan tidak sadar sepanjang hari, maka puasanya batal. Namun, apabila pingsan hanya terjadi sebagian hari dan kemudian sadar kembali, puasanya tetap sah.
 
10. Niat untuk Membatalkan Puasa  
    
Niat untuk membatalkan puasa, meskipun tanpa tindakan fisik yang nyata, juga dapat membatalkan puasa menurut sebagian ulama. 
 
Niat yang tidak tulus dan cenderung mengingkari ibadah bisa berdampak pada keabsahan puasa.
Baca Juga: Menu Buka Puasa Sederhana: Telur Barendo Padang dan Teh Kurma, Praktis dan Murah!
 
Hal-Hal yang Tidak Membatalkan Puasa
 
Selain faktor-faktor yang membatalkan puasa di atas, ada beberapa hal yang tidak membatalkan puasa, di antaranya:
 
1. Makan dan Minum karena Lupa  
  
Jika seseorang secara tidak sengaja makan atau minum karena lupa sedang berpuasa, puasanya tetap sah setelah ia menyadarinya.
 
2. Muntah Tidak Sengaja 
  
Muntah yang terjadi tanpa disengaja tidak membatalkan puasa, karena tidak ada niat untuk mengeluarkan sesuatu dari dalam tubuh.
 
3. Menelan Ludah  
  
Menelan ludah secara otomatis tidak dianggap membatalkan puasa, asalkan tidak disertai dengan upaya sengaja untuk menelan sesuatu yang membatalkan puasa.
 
4. Menggunakan Obat Tetes Mata  
  
Penggunaan obat tetes mata umumnya tidak membatalkan puasa, karena obat tersebut tidak dianggap masuk ke dalam tubuh melalui saluran pencernaan.
 
5. Mencicipi Makanan (Tanpa Menelan) 
  
Mencicipi sedikit makanan tanpa menelannya juga tidak membatalkan puasa, selama niatnya hanya untuk mencicipi saja.
 
6. Berbekam
  
Praktik bekam (hijama) yang dilakukan selama Ramadan tidak membatalkan puasa menurut sebagian ulama.
 
Menjalankan puasa Ramadan dengan penuh kesadaran akan apa saja yang dapat dan tidak dapat membatalkannya merupakan bagian penting dalam menjaga keabsahan ibadah. 
 
Ulama menekankan bahwa niat yang tulus, pengetahuan yang benar, dan keikhlasan dalam menjalankan ibadah adalah kunci utama. 
 
Dengan memahami hal-hal yang membatalkan puasa serta hal-hal yang tidak, umat Muslim dapat menjalani bulan suci ini dengan lebih khusyuk dan penuh penghayatan.***
Reporter Fajar Ari Wibowo
Editor Tedi Rukmana