Khazanah

Maba Wajib Tahu! Apa Itu SKS? Pengertian dan Cara Menghitungnya

Oleh: Nuriyah Nofasari Rabu 16 Agu 2023, 15:25 WIB
Ilustrasi SKS mahasiswa

AYOJAKARTA.COM - Bagi kamu yang masih berada di tingkat SMA, istilah SKS mungkin masih terdengar asing.

Namun setelah berada di perguruan tinggi, kamu akan sering mendengar istilah seperti SKS, KRS, IPS, IPK, KTM dan masih banyak lagi.

Mari kita belajar bersama tentang SKS dan KRS.

Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini dikutip ayojakarta.com dari brainacademy.id pada Rabu (16/8/2023):

Baca Juga: Rata-Rata Gaji Fresh Graduate Lulusan Universitas Indonesia (UI), Paling Tinggi Dua Digit dari Fakultas Ini

Apa Itu SKS?

Selain sering diminta tentang IPK atau IPS dalam satu semester, mahasiswa juga sering bertanya satu sama lain berapa banyak SKS yang diambil dalam satu semester.

Secara sederhana, SKS adalah satuan beban studi yang diterapkan pada setiap mata kuliah.

Setiap mata kuliah memiliki bobot SKS yang berbeda.

Semakin tinggi bobot SKS, semakin berat beban mata kuliah tersebut.

Bobot SKS berbeda-beda untuk setiap mata kuliah.

Baca Juga: 10 Jurusan Kuliah yang Banyak Diminati di UIN BANDUNG 2023, Bagaimana dengan Prospek Kerjanya?

Misalnya, mata kuliah Teori Komunikasi memiliki bobot 3 SKS, sementara Skripsi memiliki bobot 6 SKS.

Bobot SKS juga menentukan lamanya waktu belajar.

Satu SKS setara dengan satu jam atau 50 menit waktu belajar tatap muka (termasuk waktu istirahat).

Jika sebuah mata kuliah memiliki bobot 2 SKS, maka kamu akan belajar selama 2 x 50 menit dalam satu minggu.

Setiap jenjang pendidikan di perguruan tinggi memiliki standar jumlah SKS yang harus dicapai untuk lulus.

Baca Juga: Pinjol dengan Skema Cicilan Panjang, Flexi Cash Jenius Bisa Dibayar Hingga 60 Bulan

Misalnya, jenjang Diploma (D3) membutuhkan 108 SKS, jenjang S1 membutuhkan 144 SKS, S2 membutuhkan 72 SKS dan S3 memerlukan total 72 SKS.

Dalam satu semester, jumlah SKS yang bisa diambil maksimal adalah 24 SKS.

Jumlah ini juga bergantung pada IPK atau IPS mu.

Jika IPK pada semester 1 adalah 3,5, tetapi turun menjadi 2,75 pada semester 2, maka jumlah SKS yang bisa diambil akan berbeda.

Dengan demikian, jumlah SKS tiap semester akan bervariasi.

Baca Juga: Cara Gampang Ubah Nomor WhatsApp Jadi Link, Bisa Ditautkan di Profil Sosmed dan Cocok untuk Online Shop

Beberapa kampus menerapkan SKS dalam bentuk paket sehingga tidak ada perbedaan jumlah beban studi antara mahasiswa.

Namun, jika jumlahnya masih di bawah 24 SKS dan kamu memenuhi syarat untuk menambah SKS, kamu bisa melakukannya.

Misalnya pada semester 3, kamu memiliki beban SKS sebanyak 20 dan ingin menambah 2 atau 4 SKS lagi.

Hal ini dapat dilakukan saat menyusun KRS (Kartu Rencana Studi).

Kamu juga dapat berkonsultasi dengan wali dosen untuk mendapatkan saran yang terbaik.

Baca Juga: Cara Hapus Data KTP di Pinjol Tanpa Harus Ganti Kartu SIM, Dijamin Ampuh!

Bagaimana Cara Menghitung SKS?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, semakin tinggi bobot SKS, semakin lama durasi kegiatan belajar mengajar.

Pada awalnya, perhitungan SKS hanya berdasarkan waktu, tetapi Kemendikbud telah mengubah perhitungan SKS setelah diterapkannya kebijakan MBKM (Merdeka Belajar – Kampus Merdeka).

Sekarang, SKS tidak hanya dihitung berdasarkan waktu di dalam kelas, melainkan juga melibatkan kegiatan pembelajaran di luar kelas.

Ini mencakup kegiatan seperti magang Kampus Merdeka yang dapat diubah menjadi SKS.

Baca Juga: Cara Mudah Ubah Tampilan WhatsApp Android Jadi Seperti iPhone Tanpa Aplikasi Tambahan, Sudah Tahu Belum?

Perbedaan antara SKS dan KRS

Meskipun SKS dan KRS sering kali dianggap sama atau tertukar, keduanya memiliki perbedaan yang jelas.

Selain dari panjang singkatan yakni SKS adalah Satuan Kredit Semester sementara KRS adalah Kartu Rencana Studi.

Tetapi, perbedaannya lebih dari itu. Berikut penjelasan lengkapnya:

Baca Juga: 18 Agustus Hari Kejepit, Apakah Jumat-Sabtu Libur? Simak Informasinya di Sini

KRS atau Kartu Rencana Studi adalah daftar mata kuliah yang akan diambil oleh mahasiswa selama satu semester perkuliahan.

Sebelum memasuki semester baru, mahasiswa perlu menyusun KRS terlebih dahulu.

Mata kuliah yang dapat diambil tergantung pada jurusan dan kebijakan kampus.

Dalam KRS, kamu dapat melihat daftar mata kuliah beserta jumlah SKS-nya.

Mata kuliah dapat memiliki bobot SKS 2, 3, 4, atau 6.

Selain itu, KRS juga mencakup informasi seperti nama mahasiswa, nomor induk mahasiswa, nama dosen, ruang kelas serta jadwal hari dan jam mata kuliah.***

Reporter Nuriyah Nofasari
Editor Fathul Amanah