AYOJAKARTA.COM - Salah satu ibadah yang disarankan Rasulullah SAW kepada umatnya adalah melakukan puasa Ayyamul Bidh atau Hari-hari Putih.
Penyebutan Ayyamul Bidh atau Hari-hari Putih merujuk pada kondisi fisik bulan yang bersinar terang dengan tampilan warna putih.
Puasa sunnah Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilakukan pada setiap pertengahan bulan Hijriah selama minimal 3 hari.
Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Sunnah Tasu'a dan Asyura di Bulan Muharram, Bisa Hapus Dosa Satu Tahun
Adapun waktu yang paling baik melakukan puasa sunnah tiga hari adalah pada hari ke 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.
Kaum muslim yang mengamalkan puasa sunnah Ayyamul Bidh, dijanjikan oleh Allah SWT dengan ganjaran besar.
Ganjaran puasa Ayyamul Bidh tersebut juga telah tertulis dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dengan nomor hadist 1979.
Baca Juga: Jadwal Tanggal Puasa Ayyamul Bidh Agustus 2023 Bulan Muharram 1445
“Puasa tiga hari pada setiap bulannya seperti puasa sepanjang tahun,”
Selain hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, anjuran untuk melakukan Ayyamul Bidh juga tertuang dalam hadits yang diriwayatkan At-Tirmidzi.
“Wahai Abu Dzar, jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah di tanggal 13, 14, dan 15, bulan Hijriah,”
Baca Juga: Jangan Sampai Lewatkan Keutamaan Puasa Bulan Muharram, Bagaimana Tata Caranya?
Dalam salah satu hadist lain yang diriwayatkan Abu Daud, Rasulullah SAW juga sempat menjelaskan keutamaan puasa Ayyamul Bidh.
“Rasulullah SAW biasa memerintahkan kami untuk berpuasa pada Ayyamul Bidh, dan Beliau bersabda, puasa Ayyamul Bidh itu seperti puasa setahun,”
Mengingat besarnya keutamaan puasa tiga hari setiap pertengahan bulan hijriah, umat muslim perlu mengetahui tata cara pelaksanaan puasa tersebut.
Baca Juga: Puasa Tasu'a dan Asyura Jatuh Tanggal Berapa? Cek Tanggalnya di Sini
Sebagaimana lazimnya puasa-puasa sunnah yang dilakukan umat muslim, puasa Ayyamul Bidh tidak diwajibkan bagi siapapun.
Namun bagi umat muslim yang mencintai anjuran Rasulullah SAW, puasa Ayyamul Bidh perlu dilakukan dengan dengan niat ikhlas dalam hati.
Selain dilakukan pada pertengahan bulan, waktu pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh juga dimulai sejak fajar hingga matahari terbenam.
Baca Juga: Hukum dan Hadits Puasa di Hari Tasyrik, Bolehkah? Cek di Sini!
Selama proses berpuasa, kaum muslim yang mengamalkan ibadah ini harus menjaga diri dari perkara pembatal puasa.
Meski memiliki keutamaan sangat besar, namun pada momen tertentu puasa sunnah Ayyamul Bidh justru menjadi haram untuk dilakukan.
Sehingga orang yang melakukan amalan puasa sunnah di waktu ini, termasuk sebagai orang yang sedang mengamalkan perbuatan haram.
Baca Juga: Jangan Lupa Besok Puasa Arafah, Ini Bacaan Niat dan Keutamaannya
Adapun waktu larangan puasa Ayyamul Bidh pada setiap pertengahan tanggal hijriah adalah pada hari Tasyrik atau hari ke 13 di bulan Dzulhijjah.
Larangan ini sejalan dengan hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim, yang menyebut “Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum,”.
Demikian seperti dikutip Ayojakarta pada Jumat, 28 Juli 2023 dari kanal YouTube Yufid.TV – Pengajian & Ceramah Islam.***