AYOJAKARTA.COM – Bulan Muharram, sebagai bulan pertama dalam kalender Islam, memegang tempat istimewa dalam hati umat Muslim.
Selain menjadi awal tahun hijriyah, Muharram juga dianggap sebagai bulan suci dengan berbagai keutamaan dan makna penting.
Salah satunya adalah adanya keutamaan melaksanakan puasa yang dilaksanakan pada bulan Muharram karena hal ini disampaikan oleh Nabi Muhammad.
Muharram adalah salah satu bulan yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan memiliki makna mendalam dalam sejarah Islam.
Baca Juga: Ini Amalan di Tahun Baru Islam pada Malam 1 Muharram
Bulan ini diangkat oleh Allah dalam surah At-Taubah ayat 36 sebagai salah satu dari empat bulan haram (suci) dalam Islam.
Dalam konteks sejarah, Muharram menjadi sangat penting karena beberapa peristiwa krusial yang terjadi pada bulan ini.
Salah satu peristiwa terpenting adalah hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 Masehi.
Peristiwa ini menandai awal dari era hijriyah, di mana kalender Islam dimulai.
Baca Juga: Sejak Kapan 1 Muharram dan Tahun Baru Islam Ditetapkan? Sejarah dan Maknanya
Muharram juga menjadi bulan peringatan tragedi besar bagi umat Islam, yaitu peristiwa pembantaian cucu Nabi Muhammad SAW yang bernama Husain bin Ali di Karbala pada tanggal 10 Muharram tahun 61 Hijriyah.
Peristiwa ini menggugah kesadaran tentang ketabahan dan pengorbanan dalam menghadapi kezaliman.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube NU Online, Habib Muhammad Bin Farid Al menjelaskan bahwa Nabi Muhammad telah memerintahkan kepada umat muslim untuk berpuasa di bulan Muharram.
“Kita diperintahkan oleh Nabi Muhammad untuk memperbanyak puasa di dalamnya (bulan Muharram). Dan diantara puasa yang paling afdol adalah puasa di bulan Muharram, setelah bulan Ramadhan,” ujar Habib Muhammad Bin Farid Al, dikutip pada Selasa, 18 Juli 2023.
Baca Juga: 7 Amalan Sunnah di Bulan Muharram, Datangkan Beribu Pahala di Tahun Baru Islam
Menurut Habib Muhammad Bin Farid Al, puasa di bulan Muharram boleh dilakukan selama satu bulan penuh.
Tetapi Nabi Muhammad sendiri tidak melakukan hal tersebut dan hanya berpuasa satu bulan penuh pada bulan Ramadhan.
Jadi ketika bulan Muharram, Nabi Muhammad berpuasa dengan ada beberapa hari yang tidak berpuasa.
“Mulai awal sampai akhir Muharram, boleh boleh saja, tidak ada masalah dan dibenarkan karena itu termasuk bulan Muharram. Akan tetapi Nabi Muhammad itu beliau kalau berpuasa satu bulan itu biasanya ada yang kosong, ada hari yang beliau tadi tidak puasa,” kata Habib Muhammad Bin Farid Al.
Selain amalan puasa, umat Muslim juga berusaha untuk menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW secara lebih khusyuk, termasuk meningkatkan ibadah shalat, membaca Al-Qur'an, dan berbuat kebaikan kepada sesama.***

Share this article
Menurut Habib Muhammad Bin Farid Al, puasa di bulan Muharram boleh dilakukan selama satu bulan penuh.