AYOJAKARTA.COM — Puasa Ayyamul Bidh secara bahasa bermakna hari-hari cerah yaitu hari yang malamnya disinari bulan purnama.
Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu puasa sunnah yang dilakukan oleh umat Muslim di setiap tanggal 13, 14, dan 15 di bulan qomariyah (bulan pada kalender Hijriyah).
Dilansir dari laman NU Online, para ulama mengatakan, hikmah puasa sunnah Ayyamul Bidh pada umumnya saat gerhana terjadi pada hari-hari tersebut, sementara Allah telah memerintahkan manusia untuk beribadah secara khusus saat terjadi gerhana, karena itulah kemudian disunnahkan puasa Ayyamul Bidh.
Baca Juga: Buya Yahya Bocorkan Keutamaan Mengqadha Puasa Ramadan di Bulan Syawal, Apa Saja?
Hukum puasa Ayyamul Bidh yakni sunnah muakkad berdasarkan hadits-hadits Nabi saw, yang diriwayatkan an-Nasa’i dengan sanad hasan sebagai berikut:
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيْضِ في حَضَرٍ وَلاَ سَفَرٍ.
Artinya:
"Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: Rasulullah saw sering tidak makan (berpuasa) pada hari-hari yang malamnya cerah baik di rumah maupun dalam bepergian,"
Kemudian Nabi Muhammad saw juga bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Abu Dawud sebagai berikut:
وَعَنْ قَتَادَةَ بْنِ مِلْحَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا بِصِيَامِ أَيَّامِ الْبِيْضِ: ثَلاثَ عَشْرَةَ ، وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ، وَخَمْسَ عَشْرَةَ
Artinya:
"Diriwayatkan dari Qatadah bin Milhan ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw telah memerintah kami untuk berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15, (HR Abu Dawud). (An-Nawawi, Riyâdhus Shâlihîn, juz II, h. 81)".
Baca Juga: Ini Jadwal dan Niat Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Mei 2023 NU dan Muhammadiyah
Keutamaan puasa Ayyamul Bidh ini sangat besar lantaran orang yang melakukan puasa ini juga mendapatkan kesunnahan berpuasa tiga hari tiap bulan. Terutama puasa yang bertepatan pada bulan Syawal ini sama dengan puasa sepanjang tahun.
Adapun tata cara puasa Ayyamul Bidh dapat dilakukan dengan langkah-langkah yang sederhana.
Pertama niat di dalam hati. Niat puasa Ayyamul Bidl, dapat dilakukan dengan niat puasa mutlak, seperti: “Saya niat puasa.” Namun yang lebih baik adalah niat secara khusus sebagaimana berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Bahasa latin:
Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lilâhi ta’âlâ.
Artinya:
"Saya niat puasa Ayyamul Bidl (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’âlâ."
Kemudian makan sahur dilakukan sebelum masuk waktu subuh atau imsak.
Lalu melaksanakan puasa dengan menahan diri dari segala hal yang membatalkan, seperti makan, minum dan lainnya.
Lalu, menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan pahala puasa seperti berkata kotor, menggunjing orang, dan segala perbuatan dosa.
Saat sore, menyegerakan berbuka puasa saat tiba waktu Maghrib.
Puasa Ayyamul Bidh bulan ini akan dilakukan pada hari Kamis hingga Sabtu di tanggal 4-6 Mei 2023, sesuai keputusan sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag).***