AYOJAKARTA.COM — Tidak ada yang tahu kapan hari terakhir kehidupan manusia di dunia akan berakhir atau lebih dikenal dengan hari kiamat.
Dalam keyakinan agama Islam, hari kiamat hanyalah Allah SWT yang mengetahui kapan waktu pasti datangnya kiamat.
Namun sudah pasti hari kiamat itu akan tiba, dan tidak diragukan lagi, tertuang dalam Al Quran surat Al Hajj ayat ke 7.
"Dan sungguh, (hari) Kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya. dan sungguh, Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur."
Pada hari Kiamat itu, manusia akan dibangkitkan dan dikumpulkan di Padang Mahsyar. Di sana segala perbuatan selama hidup di dunia akan dihitung, ditimbang dan dibalas atas apa yang telah kerjakan seseorang.
Tapi tahukah kamu, akan ada tiga golongan yang Allah hinakan, Allah tidak mau ajak bicara dan justru memberikan azab yang sangat pedih.
Siapa saja tiga golongan yang Allah hinakan? Dilansir dari kanal YouTube Yufid.TV - Pengajian & Ceramah Islam, Jumat 28 April 2023, Nabi Muhammad saw bersabda:
"Ada tiga kelompok orang yang tidak akan pernah Allah lihat nanti di hari kiamat, tidak akan Allah ajak bicara dia, tidak Allah sucikan dia, dan mendapatkan azab yang sangat pedih."
Baca Juga: Lakukan Amalan Ini di Malam Takbiran, Mbah Moen: Agar Hatimu Tidak Mati Saat Hari Kiamat!
Perhatikan pada poin terakhir "azab yang sangat pedih", ada ancaman dalam Sabda Nabi Muhammad saw, contohnya yakni dosa besar.
Artinya yang disebutkan oleh Nabi Muhammad saw berikutnya, ini berarti ciri-ciri dosa besar yang harus kdihindari. Kata Nabi Muhammad saw berkata:
"Orang yang sudah tua renta tapi pezina, kemudian orang yang miskin tapi sombong dan seorang raja atau seorang pemimpin yang pendusta." (HR. Muslim).
Dijelaskan bahwa pada dasarnya tiga kelompok untuk melakukan kemaksiatannya lemah.
Baca Juga: Ganjar Pranowo: Pembatalan Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Bukanlah Kiamat
Kemaksiatannya lemah, karena dia sudah tua, dia miskin, dan dia raja atau pemimpin.
Dorongan untuk berdusta lemah, dorongan untuk melakukan kesombongan karena dia miskin lemah, dorongan untuk dia berzina karena dia sudah tua, lemah.
Namun, bukan berarti kemudian yang muda jika berzina wajar, tidak. Itu tentu adalah dosa besar.
Tapi anak muda dorongannya kuat, atau orang misalnya yang kaya, bukan berarti kemudian ketika dia sombong wajar, tidak berdosa, cuman yang dia sombongkan ada.
Yang ganteng sombong yang dia sombongkan ada. Yang cantik yang dia sombongkan ada. Bukan wajar, tapi dosa.
Hanya saja contohnya ini orangnya miskin tapi dia sombong, atau yang terakhir dia padahal pemimpin, presiden, raja dorongannya dia berbohong dasarnya lemah, tapi masih dilakukan juga. Itu imannya turun drastis.***