AYOJAKARTA.COM – Pelaksanaan ibadah puasa di bulan suci Ramadan yang penuh dengan berkah dalam waktu dekat akan segera berakhir.
Bagi umat muslim yang telah memahami nilai-nilai dan ajaran mendalam dari puasa Ramadan, tentu akan merasa sedih.
Sebab untuk bisa bertemu kembali dengan bulan semulia Ramadan, membutuhkan waktu selama 11 bulan di masa mendatang.
Itupun dengan satu catatan bahwa Allah SWT mengizinkan hamba-Nya untuk bisa sampai di bulan mulia pada tahun berikutnya.
Baca Juga: Lakukan Amalan Ini di Malam Takbiran, Mbah Moen: Agar Hatimu Tidak Mati Saat Hari Kiamat!
Sebab sebagaimana dengan rezeki dan perkara hidup lainnya, usia seseorang juga sepenuhnya berada dalam ketentuan Allah SWT.
Tetapi sebaliknya, bagi mereka yang malas atau bahkan tidak ikhlas menjalankan ibadah puasa Ramadan, akan merasa bebas dari penderitaan.
Menahan diri dari berperilaku amarah, mengendalikan hawa nafsu serta menahan diri dari perkara halal seperti makan dan minum adalah perkara luar biasa beratnya.
Terlebih lagi di zaman seperti sekarang ini, di mana tidak sedikit manusia yang enggan untuk mempergunakan hati nuraninya.
Kebanyakan orang akan lebih memilih untuk mengabaikan hati nurani, dan mengedepankan kebenaran pribadi untuk keuntungan diri sendiri.
Karena itu dalam suatu kajian tentang datangnya malam hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha; Mbah Moen memberikan amalan.
Amalan ini, menurut pengakuan Mbah Moen adalah amalan yang selalu ia lakukan sejak masih mengaji kepada Mbah Manaf Lirboyo.
Ketika itu, Mbah Moen diingatkan tentang hadist Baginda Rasulullah SAW tentang pentingnya menghidupkan malam hari raya.
Baca Juga: Mbah Moen Ungkap Tanda Orang Beriman, Ini Hadiah yang Allah Janjikan!
“Barang siapa menghidupkan malam hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha; hatinya akan dihidupkan oleh Allah SWT pada hari dimana hati-hati telah mati,” ujarnya, dikutip dari kajian yang diunggah kanal YouTube Ubaidillah D. Masdar pada 12 Mei 2021.
Selanjutnya Mbah Moen memberikan satu amalan agar hati seorang hamba senantiasa dihidupkan oleh Allah SWT.
“Sesudah Isya, setiap malam hari raya niatkan untuk salat Ba'diyah dua rakaat kemudian dilanjut dengan salat witir,” terang Mbah Moen.
Lebih lanjut Mbah Moen mengulangi ajaran Mbah Manaf untuk menghidupkan malam hari raya Idul Fitri atau Idul Adha.
Amalan yang diajarkan Mbah Manaf kepada Mbah Moen dan diteruskan kepada para pecintanya adalah agar tidak lepas kendali.
Jika seseorang tidak banyak melakukan ibadah salat sunnah, tetapi di malam hari raya salat ini perlu dilakukan agar hati tidak mati.
“Ini penting sekali bagi mereka yang nakal-nakal, saya diajarkan Kyai Manaf seperti itu,” pungkas Mbah Moen.***