AYOJAKARTA.COM -– Menjelang lebaran atau hari raya idul fitri, umat muslim khususnya di Indonesia memiliki kebiasaan mudik atau pulang ke kampung halaman.
Tujuan dari mudik ini untuk bersilaturahmi, dan saling meminta maaf kepada keluarga atau sesama umat muslim lainnya.
Namun tak sedikit umat Islam yang masih bingung soal hukum tidak berpuasa saat mudik.
Baca Juga: Panduan dan Waktu Terbaik Bayar Zakat Fitrah Kata Ustaz Adi Hidayat: Jangan Mengulur Waktu!
Terlebih perjalanan mudik ada yang dekat dan bahkan ada yang jauh, sehingga membuat lesu dan mengganggu konsentrasi berkendara.
Mudik Boleh Tak Berpuasa, Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Syaratnya!
Namun, ternyata orang yang sedang mudik ternyata boleh tidak berpuasa, asalkan syarat ini terpenuhi.
Hal tersebut diungkap oleh Ustaz Adi Hidayat atau UAS, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Sahabat Yamima Channel pada Jumat, (14/3/2023).
Menurut Ustaz Adi Hidayat jika kita berpergian melebihi jarang lebih dari 80 kilometer maka hal itu termasuk safar.
Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Ungkap Doa Khusus Malam Lailatul Qadar yang Diajarkan Rasulullah
“Safar tidak diikat dengan mudik, safar adalah perjalanan jauh yang ditempuh dalam kisaran perjalanannya kurang lebih 80 kilometer,” jelas UAH.
“Jadi jika Anda bepergian melebihi 80 kilometer maka itu disebut dengan safar,” lanjutnya.
Dijelaskan Ustaz Adi Hidayat kita boleh tidak berpuasa saat mudik, asal dalam kondisi kesulitan dalam menjalankan ibadah puasa.
Kondisi sulit itu seperti, kelelahan, bahkan bisa mengganggu konsentrasi berkendara.
“Pertimbangan kedua ini kadar kesulitan dalam perjalanan yang membuat Anda kesulitan dalam menjalankan ibadah puasa,” jelas UAH.
Namun, jika melakukan perjalanan jauh dalam kondisi nyaman, maka disarankan agar berpuasa.
Meski perjalanan tidak melebihi 80 kilometer, tapi dalam keadaan sulit, maka diperbolehkan untuk membatalkan puasa.
“Contohnya Anda ke Semarang perjalanan jauh, Anda menggunakan pesawat Anda nyaman, tapi misalnya dari Bekasi ke Jakarta menggunakan becak macetnya luar biasa, luar biasa kesulitan untuk berpuasa, maka boleh berbuka,” pungkas UAH.***(Winna Anaziah)