AYOJAKARTA.COM – Setelah waktu maghrib di akhir bulan Ramadan, seluruh umat muslim tanpa terkecuali diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah.
Sesuatu yang dikeluarkan dengan penuh rasa tulus, ikhlas memberi, niat yang bersih serta penuh dengan kejernihan hati disebut dengan zakat fitrah.
Pernyataan tentang definisi zakat fitrah tersebut disampaikan oleh Ustaz Adi Hidayat dalam salah satu kajian.
Baca Juga: Lowongan BCA Customer Service dan Teller, Lulusan SMA Langsung Merapat!
Berkenaan dengan waktu terbaik dalam menunaikan kewajiban berzakat, adalah selesai melakukan sholat Subuh sebelum khatib memulai sholat Ied.
Pemberian zakat fitrah kepada mustahiq atu atau orang yang berhak menerima zakat, dilakukan agar pada hari raya semua bisa makan.
Meskipun waktu terbaik dalam pemberian zakat telah ditentukan, bukan berarti seseorang bisa seenaknya mengulur waktu.
“Karena panitia zakat itu bukan orang suruhan atau pekerja, tetapi orang yang justru memudahkan seseorang menunaikan kewajibannya,” pesan UAH.
Sudah sepantasnya kaum muslim berterima kasih dengan adanya petugas penerima zakat, karena membantu dalam proses menyalurkan zakat.
Dalam kaidah, makanan yang pertama kali dinikmati usai menjalankan sholat Ied disebut dengan sifatnya yang bernama Fitrun.
Karena itulah, dalam perkembangannya istilah memberikan kebutuhan untuk makan di hari raya ini disebut dengan istilah Zakat Fitri.
Adanya perubahan dari zakat Fitri menjadi zakat fitrah, juga merupakan hasil dari popularisme yang dilakukan sahabat Ibnu Abbas RA.
Hal tersebut bermula ketika Ibnu Abbas RA merasakan adanya kedalaman makna dari memberikan zakat yang tulus, ikhlas niat bersih dan kejernihan hati.
“Ketika memberi, ada rasa lega dalam jiwa, ada sifat dari rasa kebaikan dan kesucian yang muncul di dalam jiwa, dalam bahasa Arab disebut Fitrah,” terang Ustaz Adi Hidayat.
Dengan semakin berkembangnya ajaran Islam, sekaligus penanda antara seorang yang berakhlak, maka istilah zakat fitrah digunakan.
Baca Juga: Kode Rindu! Banding Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Ditolak, Trisha Unggah Video Ini
Namun demikian, untuk menakankan bentuk dari materi pemberiannya zakat fitrah atau zakat fitri diberikan dengan makanan.
Karena itu setiap muslim juga diminta untuk berusaha lebih gigih dan memperkuat kondisi harta untuk memberikan kebaikan yang lebih banyak.
Dengan semakin banyaknya harta, maka seseorang bisa punya kesempatan lebih besar untuk melakukan kebaikan sebagaimana diperintah Allah SWT.
Baca Juga: CATAT! Jadwal Sidang Isbat Lebaran 2023 : Ada Perbedaan Hari Idul Fitri 1444 H?
“Dapat ini untuk shodaqoh, dapat itu untuk infaq dapat lagi untuk zakat, dunia itu kecil bagi mereka yang dekat dengan Allah,” imbuh UAH.
Dalam memberikan zakat fitrah, perlu diperhatikan juga perbedaan-perbedaan yang berlaku di zaman Nabi dengan masa kini.
Demikian informasi seputar zakat fitrah yang dirangkum Ayojakarta dari Youtube Audio Dakwah pada Kamis, 13 April 2023. ***

Share this article
Ustaz Adi Hidayat membeberkan kapan waktu terbaik buat membayarkan zakat fitrah, jangan kelewatan dan tunaikan sebelum terlambat.