AYOJAKARTA.COM- Salah satu keistimewaan di bulan Ramadan yakni adanya peringatan Nuzulul Qur'an atau diturunkannya Al Qur'an.
Buya Yahya menyampaikan terkait peristiwa Nuzulul Qur'an pada malam lailatul qadar.
"Al Qur'an kalamullah diturunkan di malam Lailatul Qadar, nah yang diturunkan di malam Lailatul Qadar itu yang mana? Nuzulul Al Qur'an itu ada beberapa kali," ungkap Buya Yahya dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV.
Baca Juga: Malam Nuzulul Quran 2023 akan Diperingati pada Tanggal Berapa? Berikut Informasi Lengkapnya
"Yang pertama adalah Nuzulul Qur'an ke lauhil mahfudz, kemudian diturunkan lagi ke langit terbawah disinilah pas malam Lailatul Qadar sebagian ulama mengatakan disitu, itu semua Al Qur'an utuh (diturunkan) ke lauh mahfudz," sambungnya.
Al Qur'an diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, Buya Yahya menyampaikan dalam rentang waktu 23 tahun lamanya.
"Kemudian setelah itu ke samaidunya atau baitul izzati, satu tempat hanya Allah yang tahu di langit terbawah, kemudian dari situlah malaikat Jibril menurunkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW," jelas Buya Yahya.
"Melihat zaman sesuai kebutuhan sedikit demi sedikit terbentang dalam tempo 23 tahun, sehingga waktunya berbeda-beda bukan pas Lailatul Qadar bukan," sambungnya.
Baca Juga: Buka Puasa Ada Sunnahnya Loh! Buya Yahya Ungkap Sunnah Nabi Muhammad Ketika Berbuka
Menurut Buya Yahya terkait peringatan Nuzulul Qur'an itu sebagai pengingat bahwa Al Qur'an diturunkan untuk kita.
"Kembali pada perayaan Nuzulul Qur'an maksudnya ya mengingatkan saja bahwa Al-Qur'an telah diturunkan untuk kita," ujar Buya Yahya.
Pasalnya kisah turunnya Al Qur'an di malam lailatul qadar itu hanya sekali, dan peringatan Nuzulul Qur'an menurut Buya Yahya itu adalah atas kecerdasan para ulama.
"Hanya sekali kisahnya diturunkan oleh Allah dari Lauhul Mahfuz ke samaidunya, lalu setelah itu kepada Nabi Muhammad tidak di Lailatul Qadar, kadang-kadang di bulan Sya'ban, bulan ini, bulan ini terbentang dalam waktu 23 tahun," jelas Buya Yahya.
Baca Juga: Ternyata Suami Istri Dilarang Bermesraan Saat Bulan Ramadan, Ini Kata Habib Husein Jafar Al Hadar!
"Adapun para ulama sering mengadakan istilah Nuzulul Qur'an sebetulnya ini kecerdasan beliau para ulama, agar kita ingat, sadar bahwa kita punya Al Qur'an yang diturunkan oleh Allah," sambungnya.
Ada satu hal yang penting bagi dalam memaknai peringatan Nuzulul Qur'an, Buya Yahya menjelaskan perlunya menghadirkan Al Qur'an dalam diri kita.
"Yang terpenting bagi kita adalah bukan Nuzulul Qur'an ini sebab sudah selesai kisahnya, cuma ulama membahas tiga kali turun, kita tambah satu, yang perlu adalah turun yang keempat bagi kita," ujar Buya Yahya.
"Sudahkan Al Qur'an kita turunkan pada diri kita? Nuzulul Qur'an yang tiga sudah selesai kisahnya, yang perlu adalah kita hadirkan Nuzulul Qur'an untuk kita," sambungnya.
Baca Juga: Daftar 9 Nama Iblis Lengkap Dengan Pekerjaan Hariannya! Siapa Iblis yang Hobi Julid, Gosip dan Hoax?
Buya Yahya menjelaskan bahwasanya diturunkannya Al Qur'an adalah sebagai tuntutan perilaku kita dalam hidup.
"Al Qur'an diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad untuk kita, sudahkan kita merasa bahwasanya Al Qur'an untuk kita, sehingga menjadi perilaku kita perilaku Al Qur'an," jelas Buya Yahya.
"Kalau baginda Nabi Al Qur'an sudah turun, akhlaknya Nabi Muhammad Al Qur'an, lalu kita bagaimana? sekarang kita perlu merenung semua dari kita turunnya Al Qur'an pada diri kita agar perilaku kita perilaku Al Qur'an," sambungnya.***