AYOJAKARTA.COM - Berpuasa seharian penuh di bulan Ramadan bukan hanya menahan lapar dan dahaga sampai tiba waktunya berbuka.
Tentunya selama berpuasa banyak amalan yang bisa dikerjakan, bahkan Allah SWT menjanjikan pahala yang berlipatganda.
Adapun amalan yang disunnahkan bagi orang yang berpuasa sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah menyegerakan berbuka.
Baca Juga: 3 Cara Mencari Jawaban dari Salat Istikharah, Ustaz Adi Hidayat Ungkap Hal Ini
Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menyampaikan sunnah berbuka puasa sesuai yang disunnahkan Nabi Muhammad SAW.
"Diantara kesunnahan dalam berpuasa dibulan Ramadan adalah berbuka, mempercepat buka, dalam hadist riwayat Imam Bukhori dan Muslim, beliau bersabda," ungkap Buya Yahya.
"Senantiasa manusia ini akan dalam kebaikan, Nabi husnudzon mendoakan orang-orang ini senantiasa dalam kebaikan asalkan dia kalau berbuka itu menyegerakan, segera dalam berbuka," sambungnya.
Buya Yahya menjelaskan menyegerakan berbuka merupakan sunnah karena ini menunjukan puasa bukan karena hawa nafsu.
Baca Juga: Merasa Ibadah Pas-pasan? Buya Yahya Ungkap Cara agar Mendapat Cinta Allah SWT
"Menyegerakan dalam berbuka ini sebuah kesunatan menunjukan bahwa dalam puasa ini bukan dengan hawa nafsu, bukan semakin terberat, semakin bukanya nanti, semakin gede pahalanya, enggak ada itu," jelas Buya Yahya.
Waktu berbuka yang tepat Buya Yahya menyampaikan sebagaimana yang disunahkan Nabi Muhammad SAW adalah saat matahari tenggelam.
"Adapun berbuka itu kapan bersegera, hadist diriwayatkan Sayyidina Umar bin Khatab ra Rasulullah bersabda jika malam tiba, beliau menunjuk ke arah barat, karena dengan terbenamnya matahari malam tiba," ujar Buya Yahya.
"Malam datang nunjuk ke arah barat, siangnya sudah hilang, matahari terbanam maka itu adalah waktu berbukannya orang berpuasa, hadist riwayat Imam Bukhori dan Muslim," sambungnya.
Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Ungkap Ciri Puasa Ramadan Seseorang Diterima, Ternyata Seperti Ini
Buya Yahya menegaskan bahwa yang disunnahkan Nabi mempercepat berbuka adalah saat tiba waktunya, jangan sampai keliru.
"Nah ini adalah waktu berbuka, jangan bersegera kalau belum waktunya, Nabi memberitahu berbuka itu sunnah dipercepat tapi secepat-cepatnya jangan sampai sebelum terbenam, batas awal adalah terbenamnya matahari itu waktu magribh," ungkap Buya Yahya.
Adapun makanan yang dimakan Nabi saat berbuka, Buya Yahya menyampaikan hanya dengan makan sebiji kurma segar.
Baca Juga: Hati-hati! Berpuasa Tapi hilang Pahalanya, Siapakah Dia? Ini Penjelasan Buya Yahya
"Berbuka membatalkan puasa, dari Sayyidina Annas bin Malik ra berkata Nabi Muhammad SAW berbuka sebelum melakukan shalat, (dengan) kurma segar kalau tidak ada ya kurma, jadi utamakan yang segar," ungkap Buya Yahya.
"Kalau sudah kurma juga tidak ada, ia neguk airlah, jadi buka itu yang paling utama adalah dengan kurma segar kalau ada," sambungnya.
Buya Yahya menyapaikan baiknya ita mengikuti apa yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW karena itu sangat berfaedah.
"Bimillah dapat kesunnahan mempercepat buka, dan mengikuti baginda Nabi makan kurma, makan satu kurma, jadi diutamakan," jelas Buya Yahya.
Baca Juga: Pernah Meninggalkan Salat Fardhu Selama Bertahun-tahun? Bagaimana Cara Menggantinya?
Faedah dari mengikuti cara berbuka Nabi Muhammad SAW Buya Yahya menyampaikan agar kita terus tersambung dengan beliau.
"Ada faedah dibalik ini semua, agar kita semakin sambung dengan Nabi Muhammad SAW, (makan) kurma selagi bisa," jelas Buya Yahya.
"Sehingga bagi orang yang mengerti ini tidak akan buka kecuali dengan kurma, pasti disiapkan kemanapun pergi, kalau tidak ada ya dengan seteguk air, ini adalah cara berbuka yang diajarkan Nabi SAW," sambungnya.
Di negara Indonesia, Buya Yahya menyampaikan istilah takjil yang kita dengar sebenarnya itu mengacu pada hadist Nabi.
Baca Juga: Agar Tak Mudah Mengalami Depresi, Ustaz Abdul Somad Beri Penjelasan Tentang Ayat Ini!
"Ada istilah dinegeri kita ini dicetuskan oleh para ulama, takjil itu maksudnya ada biasanya ada kolak, sebelum makan besar kita minum dulu takjil," ujar Buya Yahya.
"Bukan main-main ulama kita mencetuskan itu, ada hubungannya dengan hadist Nabi SAW, selagi dia mempercepat buka maka dia termasuk, maka takjil disunnahkan, sebelum melakukan shalat Nabi (makan) takjil," sambungnya.
Buya Yahya menegaskan baiknya kita membiasakan untuk bersegera dalam berbuka, untuk mendapatkan kesunnahan dan pahala dari Allah SWT.
"Sebisa mungkin jangan menunda-nunda berbuka biarpun hanya dengan seteguk air, untuk mendapatkan kesunnahan dan mendapatkan pahala dari Allah dan mengikuti baginda Rasulullah SAW," ungkap Buya Yahya.***

Share this article
Dalam bulan suci Ramadan, seluruh umat Muslim tengah menjalankan ibadah puasa. Namun perlu diperhaitkan pada saat berbuka puasa.