AYOJAKARTA.COM - Dalam menjalankan ibadah puasa khususnya di bulan Ramadan tentu beberapa hal perlu disiapkan.
Sebelum puasa, umat Islam dianjurkan untuk melakukan sahur yakni makan sebelum puasa.
Namun terkadang seseorang masih terlambat bangun untuk makan sahur, sehingga sudah masuk waktu subuh.
Baca Juga: Resmi Dibuka, Ini Enam Jenis Formasi yang Diprioritaskan Penerimaan ASN CPNS PPPK Tahun 2023
Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube Audio Dakwah, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan waktu yang benar seseorang memulai puasanya.
Sebagaimana Ustadz Adi Hidayat sampaikan dalam Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 187, yakni tentang datangnya fajar sebagai tanda berhentinya makan.
"Silahkan makan dan minum yang enak, yang nyaman, sampai jelas benang putih membelah keadaan benang malam, kata Al Quran kalau fajar sudah tiba, selesai makan dan minum," jelas Ustaz Adi Hidayat.
Dijelaskan bahwa waktu sahur itu selesai hingga fajar sudah tiba.
Maka sebaiknya melakukan makan dan minum sebelum puasa sebelum fajar tiba.
Kemudian Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa terkait waktu imsak, merupakan waktu dimana sudah mulai berpuasa.
Maka setelah fajar tiba, waktu subuh datang, itulah dimana seseorang memulai ibadah puasanya.
Baca Juga: Mudah! Ini Sebaik-baiknya Amalan yang Rasulullah Lakukan saat Ramadan Kata Buya Yahya
"Imsak artinya puasa, kapan puasa dimulai, saat fajar tiba, kalau fajar sudah tiba muncul subuh," ungkap Ustaz Adi Hidayat.
Maka sudah jelas, apabila sudah masuk waktu imsak bahkan sudah masuk waktu subuh, puasa sudah dimulai.
Artinya pada waktu subuh, seseorang hendaknya menghentikan makan dan minum atau sahurnya.
Selain melakukan sahur, tak lupa juga untuk membaca niat puasa Ramadan, berikut bacaannya.
"Nawaitu saumagadin 'an adai fardi syahri romadhoni hadzihissanati lillahita'ala,".
Adapun jika membaca niat dalam bahasa Indonesia dengan mengucap di dalam hati 'saya niat puasa esok hari' juga dianggap sudah sah.***