Khazanah

Banyak Maksiat di Bulan Ramadan Meski Setan Sudah Dibelenggu, Ini Penjelasan Buya Yahya: Penyebabnya adalah...

Oleh: Guruh Mayka Putra Rabu 29 Mar 2023, 15:28 WIB
Buya Yahya

AYOJAKARTA.COM - Bulan Ramadan merupakan salah satu bulan yang utama di agama Islam.

Di Bulan Ramadan, Allah memberikan banyak sekali keutamaan-keutamaan di dalamnya.

Salah satu keutamaan dari Bulan Ramadan adalah setiap pahala yang dikerjakan oleh umat Muslim di Bulan Ramadan maka akan mendapatkan pahala yang dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Baca Juga: Benarkah Menggunakan Lipstik Saat Berpuasa Bisa Bikin Batal? Begini Kata Buya Yahya

Keutamaan lainnya dari Bulan Ramadan yaitu di Bulan Ramadan semua setan akan dibelenggu oleh Allah SWT.

Setan akan dibatasi pergerakannya untuk menghasut manusia agar melakukan maksiat.

Bukan hanya itu saja, setan juga tidak dengan mudah menghasut manusia untuk melanggar perintah Allah SWT.

Baca Juga: Belum Mandi Junub Setelah Subuh, Apakah Puasanya Sah? Jangan Sampai Tak Sah, Simak Penjelasan Buya Yahya

Tetapi tidak jarang, ada saja manusia yang masih melakukan kemaksiatan meskipun di Bulan Ramadan setan sudah dibelenggu.

Lantas apa yang menyebabkan maksiat masih terjadi di Bulan Ramadan?

Dilansir AyoJakarta.com dari YouTube Al-Bahjah TV pada Rabu, (29/3/2023), Buya Yahya menjelaskan bahwa di dalam hadits disebutkan bahwa memang di Bulan Ramadan setan-setan dibelenggu.

Baca Juga: Mandi Junub Setelah Masuk Subuh, Puasanya Sah Atau Tidak? Begini Penjelasan Buya Yahya

Buya Yahya mengatakan bahwa menurut para ahli hadits, dibelenggu dalam hadits tersebut memiliki dua makna.

Makna yang pertama adalah setan tidak akan mengganggu lagi karena di belenggu.

Lalu, makna yang kedua adalah di Bulan Ramadan, langkah setan dipersempit karena Allah SWT telah menjadikan suasana hati orang yang beriman rindu akan beribadah.

Baca Juga: Buya Yahya Ungkap Kebiasaan Baik Rasulullah SAW Saat Ramadan, Jangan Ketinggalan Lakukan ini!

“Makna dibelenggu ini oleh para ahli hadits menjelaskan, pertama berdasarkan makna dhohirnya, memang setan dibelenggu, mereka tidak akan mengganggu manusia lagi karena dibelenggu,” kata Buya Yahya.

“Kedua dimaknai bahwasanya dibelenggu itu maksudnya adalah langkahnya dipersempit karena Allah SWT telah menjadikan suasana hati orang yang beriman itu rindu beribadah, sehingga susah untuk melakukan kemaksiatan,” sambungya.

Menurut Buya Yahya yang menyebabkan kemaksiatan masih terjadi di Bulan Ramadan meski setan sudah dibelenggu adalah hawa nafsu.

Baca Juga: Mandi Junub Saat Masuk Adzan Subuh, Sahkah Puasanya? Begini Kata Buya Yahya

“Hawa nafsu yang sudah disiapkan oleh setan dari dulu,” tuturnya.

Sebelum datang Bulan Ramadan sudah terbiasa melakukan maksiat, sehingga ketika datang Bulan Ramadan, setan tinggal bertepuk tangan dan hanya melihat bahwa dia pasti melakukan maksiat.

Buya Yahya mengatakan bahwa untuk tidak melakukan kemaksiatan maka kita perlu mengendalikan hawa nafsu yang ada di dalam diri kita.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat! Doa Berbuka Puasa Sangat Penting Menurut Buya Yahya

Menurutnya, hawa nafsu yang dimiliki oleh manusia sudah bermain sehingga terbiasa untuk melakukan kemaksiatan.

Buya Yahya juga mengatakan bahwa akal dan pikiran kita akan menyimpan memori dan cerita yang indah terhadap maksiat yang dilakukan, sehingga kita akan mengulangi melakukan kemaksiatan.

Oleh sebab itu, Buya Yahya menegaskan bahwa meskipun di Bulan Ramadan setan sudah dibelenggu jika kita tidak bisa melawan hawa nafsu kita maka kita akan tetap melakukan maksiat.

Oleh sebab itu, kita perlu melawan hawa nafsu kita agar tidak melakukan kemaksiatan lagi khususnya di Bulan Ramadan dan di bulan-bulan lainnya.***

Reporter Guruh Mayka Putra
Editor Desi Kris