AYOJAKARTA.COM -- Manusia hidup di dunia tentu memiliki banyak waktu untuk melakukan segala apapun yang diinginkannya.
Manusia di dunia dapat memanfaatkan waktunya dengan melakukan kebaikan bahkan keburukan sekalipun.
Akan tetapi, menurut penjelasan Ustaz Adi Hidayat dari tafsir surat Al-Ashr, bahwa akan ada manusia yang berada dalam kerugian.
"Sungguh setiap manusia itu, bisa berpotensi berada dalam kerugian," ujar Ustaz Adi Hidyat, dikutip AyoJakarta.com melalui kanal YouTube Ceramah Pendek.
Sebagaimana yang diungkapkan oleh Ustaz Adi Hidayat, orang-orang yang akan merugikan adalah mereka yang banyak melakukan kebaikan tanpa didasari keimanan.
"Jika orang belum beriman kepada Allah setiap detiknya rugi, walaupun dia mengerjakan banyak kebaikan, tidak ada faedahnya," ungkap Ustaz Adi Hidayat.
Bahkan Ustaz Adi Hidayat menyampaikan bahwa kebaikan yang dikerjakan tanpa didasari keimanan, semua itu tidak ada manfaatnya di hadapan Allah.
"Saat bersamaan dia tidak lakukan dengan imannya, dia belum beriman, maka tidak ada manfaatnya dalam pandangan Allah SWT, tetap rugi dia, walaupun saat di dunia, Allah balas kebaikannya,"
Baca Juga: Sudah Salat Witir, Bolehkah Salat Tahajud di Malam Hari? Simak Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan makna dari Al Qur'an surat Al-Furqan (25) ayat ke 23, bahwasanya Allah akan membalas semua kebaikan yang dilakukan oleh siapapun di dunia, sekalipun dia tidak beriman.
"Hukum dunia, setiap apa yang kalian kerjakan kebaikan saat di dunia, dengan sifat rahmanNya Allah, kebaikan anda seketika akan dibalas, walaupun tidak dilakukan tanpa iman," jelas Ustaz Adi Hidyat.
"Orang kafir pun kalau berbuat baik saat di dunia, Allah akan berikan balasan di dunianya," sambungnya.
Ustaz Adi Hidayat menyampaikan betapa ruginya segala kebaikan yang telah dikerjakan di dunia namun tanpa dasar keimanan, semuanya akan berguguran di akhirat kelak.
Baca Juga: Salat Witir 2 atau 1 Kali Salam, Mana Lebih Baik? Ustaz Adi Hidayat Ungkap Witir ala Rasulullah SAW!
"Kalau ada orang yang tidak beriman selama hidupnya, itu semua pekerjaannya rugi, di akhirat karena tidak ada bekal iman, maka Masya Allah digugurkan oleh Allah seperti debu-debu yang beterangan," ungkap Ustaz Adi Hidayat.
Tetapi berbeda dengan dia yang beriman, menurut Ustaz Adi Hidayat, akan ada kesempatan untuk mereka yang beriman masuk surga, meskipun sempat melakukan amal keburukan semasa i dunia.
"Sedangkan orang yang beriman, sekalipun banyak mengerjakan amalan-amalan keburukan, karena dia pernah mengerjakan amalan kebaikan, dengan imannya," jelas Ustaz Adi Hidayat.
"Maka keburukan-keburukannya dihisab oleh Allah SWT, tersisa kebaikannya, kebaikan ini yang bisa mengantar dia ke alam surga nanti," sambungnya.***(Desta Nurwati Siamyah)