AYOJAKARTA.COM – Saat ini sudah masuk bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah yang dinantikan oleh umat Islam.
Di saat bulan Ramadan ada salat sunah yang dianjurkan yaitu salat tarawih yang biasanya ditutup dengan Salat Witir.
Lantas manakah yang lebih baik, Salat Witir 2 kali salam atau hanya 1 kali salam?
Baca Juga: Berani Banget! Tolak UU Cipta Kerja, BEM FISIP UB Unggah Meme Puan Maharani Jadi Pesulap Merah
Ustaz Adi Hidayat atau biasa dipanggil dengan sebutan UAH memberikan penjelasan mengenai salat witir yang dijalankan oleh Rasulullah SAW.
“Ada yang membagi dua plus satu, menyandarkan pada hadis Ibnu Umar, bukan dari Nabi langsung tapi dari Ibnu Umar,” ujarnya dikutip ayojakarta.com melalui YouTube Nasehat Ustadz, Jumat (24/3/2023).
“Beliau kemudian pernah melakukan salat nampak membagi dua. Dua dulu kemudian satu” sambungnya.
Berdasarkan pandangan tersebut mengerjakan salat witir 3 rakaat dibagi menjadi dua salam.
Yaitu dua rakaat pertama selesai mengucap salam baru kemudian bangkit dan melaksanakan satu rakaat terakhir.
Namun menurut UAH setelah diteliti menurut pendapat yang terkuat yaitu dari praktik salat witir Nabi Muhammad SAW hampir tidak pernah membagi ketika salat witir.
Bahkan menurut penceramah kondang ini, Nabi Muhammad SAW pernah salat witir 5 rakaat tidak membaginya menjadi dua salam, bahkan tidak ada tahiyatnya.
“Satu rakaat bangun lagi, dua rakaat bangun lagi, tiga rakaat bangun lagi, baru setelah yang kelima salam,” kata Ustaz Abdul Hidayat.
“Jadi ini menguatkan bahwa yang ini agak lemah dalam pandangan dibagi itu, dari sisi yang pertama dalilnya kurang menguatkan karena ini pandangan Ibnu Umar,” jelasnya.
Hal ini dikarenakan berdasarkan hadis Ibnu Umar tersebut tidak nampak langsung oleh Rasulullah dan hanya penafsiran atau multitafsir.
Dai muda ini juga menyampaikan bahwa hal yang dilakukan sebelum witir yang menggenapkan bilangan tarawih disebut dengan syafa yang artinya genap.
Sehingga syafa merupakan bilangan terakhir yang menggenapkan baru kemudian ditutup dengan witir.
Maka dari itu setelah melakukan salat tarawih kemudian salat witir tiga rakaat dengan dua rakaat pertama salam baru kemudian ditutup dengan rakaat terakhir.
Menurut Ustaz Adi Hidayat dua rakaat dalam Salat Witir yang pertama hakikatnya merupakan salat syafa.
Yang mana menurutnya syafa yang dimaksud bukan Salat Witir dibagi dua tetapi penutup rangkaian kita tidak mengerjakan shalat genap yang telah dilakukan (salat tarawih).
Bukan itu saja, UAH juga memberikan pandangan pemahaman jika pada dasarnya salat definisinya dibuka dengan takbir ditutup dengan salam.
Hal ini berarti ketika mengucapkan salam berarti salat selesai, sehingga jika mengerjakan salat lagi berarti membuka salat yang baru.
“Saya tanya, anda ketika 3 dibagi dua plus satu, yang dua salat apa? Kan sedang witir ya, dibagi 2 ya dua plus satu. Witir itu artinya apa? Ganjil, yang 2 salat apa?” kata Ustaz Adi Hidayat.
“Hal ini menjadi persoalan ini belum bisa terjawab, kita tidak menyalahkan tapi ini belum bisa dijawab. Karena definisi salat itu dibuka dengan takbir ditutup dengan salam,” sambungnya.***

Share this article
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan Salat Witir mana yang lebih baik antara dua kali salam atau satu kali sama dalam sekali pelaksanaan, Simak!