AYOJAKARTA.COM - Besok Jumat (24/3/2023) akan memasuki hari kedua puasa Ramadan 2023.
Sebelum seharian puasa Ramadan, umat Muslim dianjurkan untuk melakukan sahur.
Biasanya, sahur dikerjakan pada dini hari sebelum terdengar kumandang azan subuh.
Sahur dilakukan agar kita bisa menjalankan ibadah puasa seharian dengan lancar.
Selain itu, tubuh kita tentu membutuhkan asupan makanan dan minuman agar tida dehidrasi seharian saat puasa.
Namun, bagaimana jika kita telat untuk melaksanakan sahur karena bangun terlambat?
Baca Juga: 3 Amalan Utama di Bulan Ramadan yang Bisa Ditingkatkan, Termasuk Khatam Alquran dengan Metode Ini
Bolehkan minum jika sudah terdengar azan?
Dilansir AyoJakarta.com dari laman jabar.nu.or.id pada Kamis (23/3/2023) jika sahur kesiangan, saat azan sudah berkumandang, jika ingin minum lebih baik pastikan dulu fajar sidik belum terbit.
Hal ini sesuai dengan pendapat mayoritas ulama, yaitu empat madzhab Hanafi, Malik, Syafi'i Hanbali dan Fuqaha Amshar yang melarang sahur setelah terbitnya fajar sidik.
Fajar sidik sendiri adalah semburat sinar matahari yang ada di ujung langit.
Biasanya cahaya berbentuk horizontal dan semakin terang seiring berlalunya waktu.
Dikisahkan pada masa Nabi Muhammad SAW, saat itu ada dua azan subuh yang dikumandangkan.
Azan subuh itu adalah azan Bilal dan Ibnu Ummi Maktum.
Jika Nabi Muhammad mendengar azan Bilal, ia melarang untuk menyimpan makanan sahurnya.
Sebab, Bilal mengumandangkan azan kerap kali sebelum fajar sidik terbit.
Sementara itu, Ibnu Ummi maktum kerap mengumandangkan azan saat terbit fajar sidik dan otomatis semua makanan dan minuman sahur harus dihentikan.***