AYOJAKARTA.COM –- Mungkin ada beberapa masyarakat yang bingung, terutama masyarakat muslim yang merupakan warga Muhammadiyah. Jadwal imsakiyah hingga salat subuh memiliki jeda waktu 8 menit lebih lambat.
Bagaimana bisa? Hal ini bisa terjadi karena satu dan lain hal, berikut penjelasan secara lengkap oleh Thomas Djamaluddin, Profresor Riset Astronomi-Astrofisika, BRIN.
Dikutip oleh AyoJakarta.com pada 22 MAret 2023 dari laman milik Anggota Tim Hisab Rukyat, Kemenag, Thomas Djamaluddin, diketahui waktu salat subuh Muhammadiyah 8 menit lebih lambat dari ketetapan Kemenag.
Baca Juga: Jadwal Imsak Ramadan 2023 Wilayah DKI Jakarta dan Sekitarnya Lengkap dengan Waktu Salat
Sebagaimana diketahui, banyak rujukan untuk menentukan waktu imsak hingga waktu salat.
Namun, perlu diketahui, Muhammadiyah ternyata memiliki rujukan yang berasal dari kitab-kitab klasik, abad 10 – 20 M.
Semuanya menyatakan waktu shubuh mulai saat matahari pada ketinggian -18 sampai -19 derajat, tanpa mempertimbangkan lokasi rujukannya.
Lalu apa masalahnya? Waktu subuh 8 menit lebih lambat adalah hasil keputusan Muhammadiyah pada 2021, karena mengubah kriteria waktu subuh dari ketinggian matahari -20 derajat seperti Kemenag, menjadi -18 derajat.
Baca Juga: Bolehkah Niat Puasa Ramadan untuk Sebulan? Buya Yahya Jelaskan Begini Cara Niat yang Benar
Kementerian Agama menggunakan pengolahan data yang berdasarkan letak garis ekuator dengan Indonesia serta riset doktoral yang dilakukan oleh para ahli.
Dekat ekuator, seperti Mesir, subuh berawal pada saat posisi matahari -19,5 derajat. Sementara negara di dekat garis kutub disebutkan memasuki waktu salat subuh pada matahari di -15 derajat.
Indonesia sendiri pernah melakukan riset dua kali oleh Kementerian Agama dan Mahasiswa doktoral, Dr. Basthoni yang menganalisis 285 kurva cahaya fajar dari berbagai daerah di Indonesia.
Penelitian ini dilakukan pada 24 – 25 April 2018 di Labuan Bajo, sementara pengamatan ke dua di kawasan Observatorium Nasional Timau, Kupang pada 29 Agustus 2022.
Hasilnya, rata-rata Indonesia memasuki waktu subuh apabila matahari telah berada pada -19,40 ± 0,53 derajat, yang mana agka terendah yang mendekati adalah -20 derajat.
Apakah bermasalah dengan kualitas ibadah umat muslim Indonesia saat Ramadan?
Thomas Djamaluddin menjelaskan melalui akun Instagramnya sebagaimana berikut ini.
“Hati-hati membaca jadwal imsakiyah. Bila salah memilih, jadwal subuh menjadi kesiangan (kecuali bagi yang meyakininya). Jadwal subuh dari Muhammadiyah memang 8 menit lebih akhir daripada jadwal salat versi Kemenag. Fahami dasar keputusan Muhammadiyah serta analisis astronomisnya,” tulis Thomas Djamaluddin.
Maka, selagi meyakini, salat subuh Muhammadiyah tidak akan kesiangan, lebih dari pada itu, wallahualam bish-shawab (Hanya Allah yang lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya).***(Zharifah Ardiana)